7 Fakta Gempa Terkini Yogyakarta: Belasan Rumah Rusak hingga Daerah yang Merasakan

Kompas.com - 28/06/2021, 11:17 WIB
Ilustrasi gempa SHUTTERSTOCK/Andrey VPIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 5,1 mengguncang daerah selatan Yogyakarta pada Senin (28/6/2021) pukul 05.15 WIB.

Gempa berlokasi di 55 kilometer barat daya Gunungkidul, Yogyakarta dengan kedalaman 48 kilometer. 

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono, Senin (28/6/2021).

Baca juga: Belasan Rumah di Gunungkidul Rusak Setelah Diguncang Gempa

Sebagai informasi, gempa yang terjadi tidak hanya dirasakan di wilayah Yogyakarta, melainkan juga terasa di Surakarta bahkan Malang, Jawa Timur.

Fakta-fakta gempa Yogyakarta

1. Dimutakhirkan

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa ini memiliki magnitudo 5,3.

Selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo final 5,1.

Baca juga: Gempa M 5,1 Guncang Selatan Yogyakarta, Simak Analisis BMKG

 

2. Pusat gempa

Episenter gempa yang terjadi terletak pada koordinat 8,56 LS dan 110,58 BT.

Tepatnya, pusat gempa berada di laut pada jarak 66 km arah selatan Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Gempa bermagnitudo 5,1 yang terjadi mempunyai kedalaman 61 km.

Baca juga: Gempa M 5,3 di Gunungkidul Yogyakarta Terasa di Beberapa Wilayah

3. Jenis gempa

Gempa yang terjadi bukan merupakan gempa megathrust, dikarenakan gempa tidak bersumber di bidang kontak antar Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.

Sebagai informasi, zona megathrust merupakan zona sumber gempa pada subduksi/penunjaman lempeng landai dan masih dangkal.

Hiposenter gempa ini agak dalam memasuki Zona Benioff.

Zona Benioff merupakan zona sumber gempa pada slab lempeng yang tersubduksi lebih dalam dan sudah mulai menukik.

4. Gempa menengah

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa selatan Yogyakarta magnitudo 5,1 yang terjadi merupakan jenis gempa menengah.

Gempa diakibatkan adanya deformasi/patahan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Pulau Jawa, dengan mekanisme sumber pergerakan naik-mendatar (oblique thrust fault).

Baca juga: BMKG: Gempa Jogja Pagi Ini Bukan Gempa Megathrust

 

5. Gempa dirasakan

Gempa yang mengguncang dirasakan di sejumlah daerah, yaitu

  • Bantul dan Gunungkidul dalam skala intensitas III-IV MMI
  • Purworejo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Nganjuk dalam skala intensitas III MMI
  • Sleman dan Yogyakarta dalam skala intensitas II-III MMI
  • Klaten, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Malang, dan Solo dalam skala intensitas II MMI

Sementara itu, hingga pukul 05.50 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) di selatan Yogyakarta.

Hingga saat ini belum dilaporkan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa.

Baca juga: Fakta Terkini Gempa M 5,3 di Gunungkidul, Warga Panik hingga Imbauan BMKG

6. Belasan rumah rusak

Dampak dari gempa yang mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sekitarnya merusak sejumlah bangunan. 

Dilaporkan Kompas.com (28/6/2021) di Kalurahan Girisekar, Kapanewon Panggang, ada belasan rumah yang gentengnya berjatuhan.

"Ada 14 rumah. Rata-rata genting pada berjatuhan mas," kata Lurah Girisekar Sutarpan saat dikonfirmasi kompas.com melalui sambungan telepon Senin (28/6/2021).

Kini sejumlah warga di Kalurahan Girisekar bergotong-royong untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak.

Menurut Sutarpan, perbaikan genteng dikebut karena kini sedang berlangsung hujan deras. Hingga kini, Sutarpan menyatakan tidak ada warganya yang menjadi gempa hari ini.

Baca juga: Gempa M 5,1 Guncang Kupang, Ini Penjelasan BMKG

 

7. Mirip gempa selatan Malang

Melihat guncangan (ground motion) yang sangat kuat padahal magnitudo gempanya relatif kecil, dengan spektrum guncangan yang luas, gempa selatan Yogyakarta pagi ini tampaknya berpusat di dalam lempeng (intraslab) pada kedalaman menengah.

Gempa yang terjadi mirip dengan “gempa intraslab” selatan Malang pada 10 April dan 21 Mei 2021 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.