Arab Saudi Umumkan 60.000 Jemaah Haji Terpilih, Pendaftar Capai 540.000

Kompas.com - 26/06/2021, 15:05 WIB
Ratusan jemaah mengelilingi Kabah di Masjid al-Haram, dengan tetap menjaga jarak untuk melindungi diri mereka dari virus corona jelang ziarah haji di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020.  Biaya haji AP PhotoRatusan jemaah mengelilingi Kabah di Masjid al-Haram, dengan tetap menjaga jarak untuk melindungi diri mereka dari virus corona jelang ziarah haji di kota suci Muslim Mekah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli 2020. Biaya haji

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan 60.000 nama jemaah terpilih untuk melaksanakan haji tahun ini pada Jumat (25/6/2021).

Berdasarkan data yang diterima melalui portal elektronik, lebih dari 540.000 orang yang mendaftar haji sebelum ditutup pada Rabu (23/6/2021).

Pihaknya menegaskan, tak ada prioritas untuk pemilihan jemaah haji.

Baca juga: Daftar 5 Provinsi Pendaftar Haji Terbanyak

Kementerian juga mengatakan, jemaah yang dipilih dapat mulai memesan dan membeli paket pada pukul 1 siang pada Jumat, dikutip dari Arab News.

Awal bulan ini, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Haji mengumumkan pembatasan haji hanya untuk 60.000 akibat munculnya sejumlah varian baru Covid-19.

Pendaftaran hanya terbuka untuk warga Arab Saudi dan penduduk ekspatriat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kemenag Buka Pendaftaran Relawan Bina Kawasan PAI, Berminat?

Menurut data Kementerian, sebanyak 59 persen jemaah yang terdaftar berjenis kelamin laki-laki, sementara kelompok usia antara 31 dan 40 tahun menempati slot pendaftaran paling banyak yaitu 38 persen.

Jamaah haji yang terdaftar berusia 60 tahun ke atas mewakili kelompok usia terendah sebesar dua persen.

Mereka yang ingin melakukan haji harus bebas dari penyakit kronis apa pun dengan usia antara 18 sampai 65 tahun.

Baca juga: Kemenkes Tegaskan Penghapusan Syarat Domisili Vaksinasi Covid-19 Terbatas di Tempat Berikut

Haji di tengah pandemi

Jemaah juga harus divaksin Covid-19 lengkap atau satu dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelumnya.

Sementara itu, Arab Saudi juga telah menyelesaikan semua persiapan haji untuk memberi layanan terbaik kepada jemaah.

Presidensi Umum Masjidil Haram dan Masjid Nabwai mengatakan, semua departemen telah bekerja semaksimal mungkin untuk menyiapkan program dan rencana sebelumnya.

Tahun ini menjadi penyelenggaraan haji kedua kalinya dengan memperkecil jumlah jemaah di tengah pandemi virus corona.

Baca juga: 33 RS yang Jalankan Program Vaksinasi Covid-19 Tanpa Syarat Domisili

Tahun lalu, hanya sebanyak 1.000 jemaah yang diizinkan menunaikan ibadah haji, jauh dari 2,5 juta pada 2019.

Dengan jumlah itu, Arab Saudi sukses menggelar haji tanpa adanya lonjakan kasus.

Kesuksesan itu mendapat pujian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Langkah-langkah yang diambil oleh Arab Saudi selama haji telah memberikan contoh bagi negara-negara yang ingin kembali ke kehidupan normal dan beradaptasi dengan kondisi di bawah virus," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat itu.

Baca juga: Ragam Gejala Covid-19, Apa Saja yang Perlu Diwaspadai?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Cara Refund Dana Haji Reguler, Khusus, dan Pelimpahan Porsi


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.