Daftar Peraih Adhi Makayasa yang Jadi Tokoh dan Petinggi Nasional, dari Presiden hingga Kapolri

Kompas.com - 26/06/2021, 12:00 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada para perwira remaja peraih Adhi Makayasa dalam acara Prasetya Perwira (PRASPA) TNI dan Polri Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Total ada 750 taruna yang berhasil menyelesaikan pendidikannya dan dilantik Jokowi hari ini, terdiri dari 457 Akmil dan 293 merupakan Akpol. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPresiden Joko Widodo (kanan) memberikan ucapan selamat kepada para perwira remaja peraih Adhi Makayasa dalam acara Prasetya Perwira (PRASPA) TNI dan Polri Tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Total ada 750 taruna yang berhasil menyelesaikan pendidikannya dan dilantik Jokowi hari ini, terdiri dari 457 Akmil dan 293 merupakan Akpol.

KOMPAS.com - Kisah inspiratif taruna berprestasi kali ini datang dari Sermatutar (P) Always Giving Hamonangan Tiris, S.Tr (Han).

Always mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan berhak meraih gelar Adhi Makayasa.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono mengatakan, taruna kelahiran Jayapura, 15 Maret 1999 ini berasal dari keluarga sederhana.

Ayahnya seorang juru parkir bernama Alex Tiris dan ibunya Dermawaty Panjaitan adalah seorang penjual minuman.

Gelar Adhi Makayasa adalah gelar sebagai taruna berprestasi. Adhi Makayasa juga merupakan penghargaan kepada lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian.

Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang secara seimbang dapat memperlihatkan prestasi terbaik dari tiga aspek. Ketiga aspek tersebut mencakup akademis, jasmani, dan kepribadian.

Berikut beberapa penerima Adhi Makayasa yang pernah dan masih menjadi tokoh hingga petinggi di instansinya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kisah Juru Parkir di Jayapura, Anaknya Jadi Putra Papua Pertama yang Raih Adhi Makayasa AAL

Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Marves)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021). Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021).

Lahir di Simargala, Toba Samosir, Sumatera Utara, 74 tahun lalu, Luhut merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Dilansir Antara, suami dari Devi Simatupang itu masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1967 dan karir militernya banyak dihabiskan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.

Purnawirawan Jenderal itu pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura pada 1999-2000 dan menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Bersama Presiden Jokowi, Luhut menduduki jabatan paling lama di pemerintahan dimulai dari Kepala Staf Presiden (2014-2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (2015-2016), dan berlanjut menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019).

Dalam Kabinet Indonesia Maju 2019, ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Baca juga: INFOGRAFIK: Profil Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan

Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan)

Salah satu ekspresi lepas Kepala Staf Presiden, Moeldoko, dalam sesi wawancara khusus di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN Salah satu ekspresi lepas Kepala Staf Presiden, Moeldoko, dalam sesi wawancara khusus di ruang kerjanya, Senin (11/1/2021).

Masih dari sumber yang sama, Moeldoko merupakan alumni Akabri 1981 dan meraih Bintang Adhi Makayasa.

Sejumlah penghargaan diraih, dan pada 2014, Moeldoko juga meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia. Karier Moeldoko di Istana Kepresidenan dimulai sekira tiga tahun lalu.

Tepat 17 Januari 2018, Moeldoko dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Saat itu, pemerintahan RI masih dipimpin Jokowi bersama Jusuf Kalla.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.