Besok Ada Strawberry Supermoon, Cek Waktu Puncak dan Cara Melihatnya

Kompas.com - 23/06/2021, 07:45 WIB
Penampakan bulan purnama saat berlangsungnya fenomena supermoon, di atas langit San Salvador, Selasa (7/4/2020). Fenomena langit supermoon terbesar sepanjang 2020 yang juga disebut supermoon pink terlihat dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dengan bentuk terbaik pada Selasa (7/4/2020) atau Rabu (8/4/2020). AFP/YURI CORTEZPenampakan bulan purnama saat berlangsungnya fenomena supermoon, di atas langit San Salvador, Selasa (7/4/2020). Fenomena langit supermoon terbesar sepanjang 2020 yang juga disebut supermoon pink terlihat dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dengan bentuk terbaik pada Selasa (7/4/2020) atau Rabu (8/4/2020).

KOMPAS.com - Fenomena astronomi Strawberry Supermoon 24 Juni 2021 dapat disaksikan di Indonesis, Kamis (24/6/2021).

Berdasarkan glosarium astronomi dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), bulan super atau supermoon dikenal sebagai bulan purnama atau bulan baru.

Fenomena ini dapat disaksikan berdekatan dengan Perige (titik terdekat Bulan dengan Bumi) Bulan.

Biasanya, fenomena antariksa ini terjadi empat sampai enam kali dalam setahun.

Baca juga: Strawberry Supermoon 24 Juni: Wilayah dan Waktu Puncak Menyaksikannya

Puncak Supermoon

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lapan, Andi Pengerang menjelaskan, Strawberry Supermoon adalah bulan purnama super yang terjadi di bulan Juni.

Menurut Andi, fenomena bulan purnama ini dinamakan Strawberry Full Moon karena berdasarkan almanak tradisional petani Amerika.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bulan Juni merupakan bulan ketika buah stroberi sudah matang (berwarna kemerahan, dan biasanya manis) dan siap untuk dipetik/dipanen," ujar Andi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (20/6/2021).

Meski puncaknya terjadi pada tanggal 25 Juni 2021 pada pukul 01.39.33 WIB/02.39.33 WITA/03.39.33 WIT, namun Strawberry Supermoon sudah dapat disaksikan sejak 24 Juni 2021 pada malam hari.

Definisi Supermoon

Andi mengungkapkan, definisi Supermoon sendiri memang berbeda-beda untuk tiap astronom.

"Ada yang mendefinisikan, jika rasio jarak Bulan-Bumi ketika Purnama terhadap jarak Bulan-Bumi ketika Perige itu 0,9 ; maka dapat dikategorikan sebagai Supermoon," ujar Andi.

"Inilah yang menyebabkan Supermoon dapat terjadi 4 kali dalam setahun," lanjut dia.

Baca juga: Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Penampakan Bulan Berwarna Merah?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X