Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Penampakan Bulan Berwarna Merah?

Kompas.com - 22/06/2021, 12:30 WIB
Penampakan bulan purnama saat berlangsungnya fenomena supermoon, di atas langit San Salvador, Selasa (7/4/2020). Fenomena langit supermoon terbesar sepanjang 2020 yang juga disebut supermoon pink terlihat dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dengan bentuk terbaik pada Selasa (7/4/2020) atau Rabu (8/4/2020). AFP/YURI CORTEZPenampakan bulan purnama saat berlangsungnya fenomena supermoon, di atas langit San Salvador, Selasa (7/4/2020). Fenomena langit supermoon terbesar sepanjang 2020 yang juga disebut supermoon pink terlihat dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia dengan bentuk terbaik pada Selasa (7/4/2020) atau Rabu (8/4/2020).

KOMPAS.com - Strawberry Supermoon akan terjadi dua hari lagi, tepatnya 24 Juni 2021.

Fenomena astronomi ini bisa disaksikan di seluruh Indonesia dengan waktu yang bervariatif. Seperti apa penampakannya?

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) Andi Pengerang mengatakan warna Strawberry Supermoon bukan berwarna merah.

"Jadi dalam almanak petani Amerika Utara setiap bulan ada nama-namanya, disesuaikan dengan musimnya," ujarnya pada Kompas.com, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Strawberry Supermoon 24 Juni: Wilayah dan Waktu Puncak Menyaksikannya

Musim panen stroberi

Dia menjelaskan supermoon itu dinamakan Strawberry Supermoon karena saat itu terjadi, di Amerika Utara sedang terjadi musim panen strawberry. 

Sehingga warna Strawberry Supermoon tetap putih kekuningan seperti warna bulan biasanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Warnanya ya tetap putih kekuningan sebagaimana purnama biasanya dan dapat diamati dengan mata telanjang alias tanpa alat bantu," ungkap Andi.

Pihaknya menejalaskan, warna kemerahan sebenarnya hanya bisa terlihat ketika bulan masih di ufuk rendah (ketinggian kurang dari 4 derajat).

Andi juga menjelaskan warna bulan yang kemerahan bisa terlihat salah satunya saat gerhana bulan.

"Memang, ketika bulan berada di fase kontak awal total dan akhir total, umbra bumi dibiaskan mengecil. Sedangkan ketika awal sebagian dan akhir sebagian, umbra bumi dibiaskan membesar," kata Andi.

Baca juga: Petang Ini Akan Terjadi New Supermoon, Apakah Sama dengan Supermoon?


Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X