Waspadai Gejala Kolesterol Tinggi yang Dapat Memicu Kebutaan Permanen

Kompas.com - 20/06/2021, 19:27 WIB
Ilustrasi kolesterol tinggi ShutterstockIlustrasi kolesterol tinggi

KOMPAS.com - Kolesterol tinggi dapat menjadi penyebab sejumlah masalah kesehatan serius.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan lemak menumpuk di pembuluh darah, sehingga menyebabkan aliran darah jadi tidak lancar.

Aliran darah yang tidak lancar itu dapat menjadi pemicu penyakit mematikan, seperti stroke dan serangan jantung.

Mengutip sunyopt.edu, Dr. Matthew Bovenzi, dari Eye Center State University of New York, mengatakan, kolesterol tinggi juga dapat memengaruhi mata dan penglihatan.

Kadar kolesterol yang tinggi itu bahkan dapat menyebabkan terjadinya kebutaan permanen. 

Baca juga: 4 Efek Kolesterol Tinggi pada Tubuh yang Layak Diantisipasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantas, apa saja gejalanya?

1. Plak di arteri mata

Menurut Bovenzi, salah satu gejala kolesterol tinggi yang sangat serius dan berpotensi menyebabkan kebutaan adalah plak yang mengendap pada satu arteri kecil di dalam mata. 

Gejala tersebut yang dikenal sebagai plak Hollenhorst.

Bovenzi mengatakan, plak tersebut adalah penumpukan kolesterol yang telah pecah dari gumpalan "hulu", biasanya dari arteri yang jauh lebih besar seperti arteri karotis.

Plak di mata itu akan menghalangi aliran darah lebih jauh ke "hilir", sehingga menyumbat arteri itu dan menyebabkan kematian pada jaringan yang diberi makan oleh arteri tersebut.

Menurut Bovenzi, hal itu disebut sebagai Oklusi Arteri Retina Cabang (BRAO), atau jika suplai arteri utama ke retina tersumbat, disebut Oklusi Arteri Retina Sentral (CRAO).

"Semua sel dalam tubuh kita membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, dan arteri Anda adalah jalan raya yang membawa oksigen. Jika 'jalan raya' ini diblokir oleh plak kolesterol, darah tidak mencapai jaringan yang dituju, dan dengan demikian oksigen juga tidak," kata Bovenzi.

"Hal ini menyebabkan hilangnya fungsi secara cepat (dalam beberapa jam) dan tidak dapat diperbaiki, yang dapat mencakup kebutaan pada mata yang terkena tergantung pada lokasi penyumbatan/oklusi," kata Bovenzi melanjutkan.

Bovenzi mengatakan, oklusi arteri pada dasarnya adalah "stroke" di dalam mata.

Baca juga: 5 Ciri-ciri Gejala Kolesterol Tinggi pada Tubuh

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X