Ini yang Bakal Terjadi jika Gletser Kiamat di Antartika Runtuh

Kompas.com - 20/06/2021, 07:56 WIB
Ilustrasi gletser Antartika. Studi baru mengungkapkan gletser Antartika mencair lebih cepat. Pencairan sejumlah gletser besar di benua ini membawa Antartika pada 'Kiamat Gletser' yang dampaknya akan membuat permukaan laut global meningkat. SHUTTERSTOCK/KatiekkIlustrasi gletser Antartika. Studi baru mengungkapkan gletser Antartika mencair lebih cepat. Pencairan sejumlah gletser besar di benua ini membawa Antartika pada 'Kiamat Gletser' yang dampaknya akan membuat permukaan laut global meningkat.

KOMPAS.com - Salah satu gletser terbesar di Antartika, yang dikenal Gletser Kiamat, akan segera mengalami keruntuhan.

Jika itu terjadi, kemungkinan besar permukaan laut akan naik tiga kaki.

Gletser Kiamat ini merupakan julukan dari Gletser Thwaites yang terbesar dan paling tidak stabil di dunia.

Berdasarkan studi baru yang dipublikasikan jurnal Science menunjukkan hasil simulasi keruntuhan gletser Antartika akan dialami Gletser Thwaites di Antartika Barat.

Baca juga: Gletser Kiamat Terbesar di Antartika Ini Diprediksi Segera Runtuh, Studi Jelaskan

Menurut permodelan para peneliti sebagaimana dikutip Phys, Sabtu (19/6/2021), formasi tebing es di Antartika hampir vertikal terjadi ketika gletser dan lapisan es bertemu dengan lautan.

Namun para peneliti menemukan bahwa ketidakstabilan tidak selalu mengarah pada kehancuran yang cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apa yang kami temukan adalah bahwa dalam rentang waktu yang lama, es berperilaku seperti cairan kental, seperti kue dadar yang menyebar di penggorengan," kata Jeremy Bassis, profesor ilmu dan teknik iklim dan ruang angkasa University of Michigan, Amerika Serikat, yang meneliti Gletser Kiamat.

Menurut Bassis, es menyebar dan menipis lebih cepat dan ini bisa menstabilkan keruntuhan.

Namun jika lapisan es tidak cukup cepat menipis, maka saat itulah gletser akan runtuh lebih cepat.

Gletser Kiamat jika runtuh bisa memberi kontribusi kenaikan permukaan laut hingga tiga kaki.

Baca juga: Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser ini memiliki luas 74.999 mil persegi, kira-kira seukuran Florida, dan sangat rentan terhadap perubahan iklim dan laut. (Penulis: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas)


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X