Humble Leadership: Gaya Kepemimpinan Ideal Masa Kini

Kompas.com - 19/06/2021, 16:39 WIB
Ilustrasi leadership. SHUTTERSTOCKIlustrasi leadership.

"Humility is a quality that lets others see your humanity..."

Sebagian orang, dan ini stigma yang berlaku di masyarakat, menganggap bahwa pemimpin digambarkan sebagai sosok yang kuat dan karismatik. Penggambaran ini menunjukkan bahwa pemimpin tak boleh memiliki sifat cela yang terlihat.

Pemimpin harus mendemonstrasikan kekuatannya serta otoritasnya yang mutlak di hadapan pengikutnya. Pendekatan seperti itu lebih bersifat top-down, artinya pemimpin harus diikuti dan mereka punya segala solusi.

Tetapi, pertanyaannya, bagaimana jika tipe kepemimpinan seperti itu sudah usang?

Jika mempertimbangkan konteks zaman, lingkup permasalahan, kondisi generasi, banyak sekali yang berubah. Terlalu banyak aspek yang tidak bisa dilihat oleh pemimpin, namun sebagian terlihat jelas oleh pengikutnya.

Konsekuensinya, tidak hanya pemimpin yang bisa menjadi seorang solutor, tetapi anggota dan tim juga demikian. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang humble sebagai motor penggerak organisasi.

Kebanyakan pemimpin tak berani untuk mengakui kelemahannya di hadapan para pengikutnya. Mereka jarang mengungkapkan apa yang menjadi kekurangannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itu sah-sah saja, tetapi semakin lama, kekurangan yang pemimpin miliki akan terekspos juga. Tinggal, bagaimana caranya dan dalam kondisi apa kekurangan dari seorang pemimpin itu terekspos di hadapan anggotanya.

Dibutuhkan keberanian besar untuk mengakui bahwa pemimpin tidak tahu semua hal. Pemimpin tak mampu menyediakan semua jawaban bagi masalah yang terjadi di lapangan.

Mengakui hal itu sangat sulit, terutama dengan stigma yang berlaku di masyarakat bahwa adanya keengganan pemimpin menunjukkan kelemahannya. Tetapi, dalam kondisi dan permasalahan saat ini, keberanian untuk mengakui bahwa pemimpin penuh dengan keterbatasan sangat dibutuhkan.

Itulah kualitas sekaligus ciri dari seorang pemimpin yang humble. Mereka tak segan-segan untuk mengomunikasikan apa yang menjadi kekurangannya.

Pemimpin seperti itu berani untuk mengungkapkannya kepada anggotanya dengan risiko bahwa bisa jadi anggotanya akan memandangnya sebelah mata. Namun, pemimpin tersebut tetap melakukannya karena dia ingin membangun hubungan yang dekat dengan anggotanya. Hal itu dimulai dari diri mereka sendiri.

Terbukanya akses informasi membuat semua lebih transparan dalam ranah pekerjaan. Praktik ‘humble leadership’ memungkinkan proses pekerjaan lebih terbuka. Berkurangnya sekat komunikasi jalur formal yang selama ini menjadi momok penghambat komunikasi dalam organisasi.

Pendekatan kepemimpinan ini juga efektif dalam pemberdayaan karyawan menjadi lebih maksimal. Pemimpin berperan sebagai mentor dan coach dalam membantu anggota tim mencapai tujuan kerjanya.

Nielsen et al (2010) dalam risetnya menyatakan bahwa pemimpin yang rendah hati juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi ‘turnover’ dalam suatu perusahaan.

Praktik ‘Humble Leadership’ di keseharian

Humility ‘kerendahan hati’ merupakan bahan dasar utama kepemimpinan masa kini. Di saat semua berjalan sangat cepat dan penuh dengan ketidakpastian, dibutuhkan kesadaran bahwa kita adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan dan tidak mampu melakukan segala sesuatunya sendirian.

Kata lain dari rendah hati ialah ‘tahu diri’, sadar diri apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan diri. Tahu diri atas apa yang dikuasai, diketahui dan dimiliki bukan semata-mata bisa memperlakukan orang sesuai kehendaknya.

Suasana yang mencekam dan menakutkan dalam bekerja sangat dihindari dalam atmosfer bekerja kekinian, baik diinstansi formal seperti kementerian dan lembaga pemerintahan, maupun swasta.

‘Humble Leader’ tidak hanya sebagai atasan yang berpaku pada ‘doing the things right’ , namun ‘doing the right things’ dengan memberikan ruang bertumbuh, dukungan emosional dan moral untuk anggota timnya.

Pemimpin yang rendah hati disiplin dan konsisten 24 jam dalam memperlakukan timnya dengan baik. Mempraktikkan rasa hormat tanpa memandang jabatan dan peran dalam pekerjaan.

Owens and Hekman (2013) menjelaskan ‘Humble Leadership’ bermakna juga leading from the ground, yang berarti menggerakan dari bawah. Gaya kepemimpinanbottom-up” yang membentuk tim agar lebih mandiri (self-driven) dan independent (self-managing).

Bagaimana kerendahatian dapat membantu pemimpin lebih baik dalam proses transisi organisasi dalam ekonomi berkelanjutan, menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan yang kompleks.

Pemimpin ini mahir memposisikan diri sebagai pembelajar dan pendengar yang baik di waktu bersamaan bagi anggota timnya.

Sosok Jakob Oetama (Pak JO), pendiri Kompas, merupakan sosok yang sangat bersahaja, seorang tokoh pers nasional rendah hati dengan prinsip dan sikap yang kuat. Perkembangan jurnalisme di Indonesia menjadi saksi dari dedikasi beliau sebagai pemimpin jurnalis yang terbuka dan mau mendengarkan berbagai aspirasi rekan dan bawahannya.

Pemimpin yang rendah hati, ia menyadari keterbatasan kemampuan dirinya. Ini berarti ia memosisikan diri sebagai pribadi yang terbuka dengan perubahan, mau mendengar dan selalu belajar dari siapa saja, termasuk pengikutnya.

Nitin Nohria yang merupakan akademisi ‘Harvard Business School’ menyebutkan, terdapat 3 jenis ‘humility’ yang perlu dimiliki oleh pemimpin masa kini apabila ingin menjadi pemimpin yang efektif dan berdampak.

Pertama, ‘intellectual humility’ yang menunjukan betapa cerdas dan berilmu seseorang, ia tetap membuka diri untuk belajar berbagai hal, dari mana saja, dengan siapa saja dan kapan saja.

Kedua, ‘moral mumility’, merupakan sikap terbuka terhadap pencapaian orang sekitar dan tidak merasa ekslusif dengan kelebihan diri. Misalkan, kebesaran hati kita untuk memberikan apresiasi terdapat pencapaian dan prestasi kerabat di sekitar, baik di kampus ataupun di kantor.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X