Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Kuliner Bandung yang Paling Dicari Wisatawan

Kompas.com - 19/06/2021, 09:00 WIB
Maulana Ramadhan

Penulis

KOMPAS.com - Bandung merupakan salah satu kota di Indonesia yang sering dijadikan tujuan wisata. Tidak hanya identik dengan wisata belanja dan budaya, Bandung juga terkenal dengan kekayaan kulinernya.

Kuliner Bandung terbilang sangat beragam, mulai dari kaki lima, cafe, hingga restoran. Tak heran Bandung menjadi destinasi wisata kuliner yang populer.

Sebut saja beberapa kuliner khas kota kembang yang sudah dikenal karena cita rasanya seperti mi kocok, siomay, batagor, atau surabi.

Tidak hanya keempatnya, masih banyak ragam kuliner lain di Bandung yang patut dicoba. Sebagai referensi, berikut adalah daftar tempat wisata kuliner Bandung yang bisa kamu kunjungi. Apa saja?

Baca juga: 11 Tempat Kuliner di Petak Enam Glodok, Kuotie hingga Cempedak Legendaris

1. Ronde Alkateri

Bandung merupakan kota dengan suhu yang cukup dingin. Untuk menghangatkan badan di malam hari, kuliner yang satu ini bisa dijadikan pilihan. Dia adalah Ronde Alkateri. Ronde Alkateri termasuk salah satu kuliner legendaris di Bandung.

Berlokasi di Jalan Alkateri, tak jauh dari Alun-alun Bandung, Ronde Alkateri sudah berdiri sejak tahun 1984. Rasa hangat dan manis khas ronde jahe tradisional sangat cocok dinikmati di tengah dinginnya udara Bandung.

Kamu bisa pilih bola-bola ronde besar atau kecil warna warni dan dipadukan dengan kuah gula merah atau gula putih. Bola-bola yang besar berisi isian kacang yang manis dan gurih.

Ilustrasi wedang ronde dalam mangkuk kecil. SHUTTERSTOCK/MARTANTO SETYO HUSODO Ilustrasi wedang ronde dalam mangkuk kecil.

2. Kawasan Punclut

Sudah sejak lama, kawasan Punclut menjadi buruan pecinta kuliner. Kawasan Punclut cocok bagi kamu yang memang mencari hidangan khas Sunda lengkap dengan lalapan, nasi merah, dan sambel terasi yang lezat.

Lokasinya berada sekitar 7 kilometer dari pusat kota, ke arah Jalan Ciumbuleuit hampir mengarah ke Lembang. Punclut merupakan wisata kuliner dengan konsep warung nasi berjejer di sepanjang jalan.

Makanan di kawasan Punclut yang ditawarkan beragam, terutama makanan berat khas sunda. Di sini, pengunjung bisa mencoba nasi putih, merah, dan hitam.

Baca juga: 9 Tempat Kuliner di Yogyakarta yang Harganya Terjangkau

3. Lotek Kalipah Apo

Umumnya lotek dikenal sebagai kuliner khas dari daerah Jawa Tengah atau Yogyakarta. Tapi jangan salah, di Bandung juga ada lotek yang legendaris yakni Lotek Kalipah Apo. Lotek yang berada di Jalan Kalipah Apo 42 Bandung ini sudah berdiri sejak tahun 1950an.

Sejak berdiri hingga kini, lotek tersebut tetap menjadi incaran karena rasanya yang enak. Bahkan jangan heran jika melihat pengunjung mengantre untuk membeli lotek hasil kombinasi lezat dari sayur-sayur segar dengan rasa gurih dan manis dari saus kacang yang kental.

Harga seporsi lotek di sini berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu.

4. Perkedel Bondon
Yang satu ini bukan sekadar perkedel biasa. Perkedel Bondon menjadi menarik karena dimasak di atas bara api yang memberi keunikan tersendiri pada rasa yang dihasilkan.

Lokasi Perkedel Bondon terletak tak jauh dari Stasiun Bandung, tepatnya di Jalan Kebun Jati No. 42. Perkedel Bondon sudah berdiri sejak 1982. Rasanya legendaris, dan murah di kantong. Saking banyak penggemarnya, kamu harus rela antre beberapa lama untuk bisa mendapatkan perkedel ini.

Satu porsi perkedel Bondon, dengan sambalasam pedas khas kedai tersebut.KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Satu porsi perkedel Bondon, dengan sambalasam pedas khas kedai tersebut.

5. Nasi Kalong
Selanjutnya ada Nasi Kalong. Sesuai namanya, kuliner yang satu ini hanya buka di malam sampai dini hari. Lokasinya terletak di Jalan Riau atau Jalan RE Martadinata, Cihapit Bandung Wetan, Kota Bandung.

Nasi Kalong sendiri merupakan makanan yang terbuat dari beras merah yang dimasak dengan campuran rempah dan kluwek. Rasa yang dihasilkan adalah gurih dan lezat.

Tak lupa, rasa sambalnya juga juara. Harga Nasi Kalong juga terbilang murah, mulai dari Rp 15.000-an saja.

Baca juga: Cara Masak Beras Ketan agar Tidak Keras untuk Bikin Bacang Bangka

6. Sudirman Street Food/Cibadak
Sudirman Street Food merupakan kawasan wisata kuliner di pusat kota Bandung, tak jauh dari Alun-alun Kota Bandung. Kawasan ini punya banyak pilihan tempat makan non-halal.

Namun, ada juga tempat makan halal yang sayang sekali untuk dilewatkan khususnya di Jalan Cibadak yang terletak tepat di belakang Sudirman Street Food. Ada pukis, bakso, sate, bola ubi, ronde jahe, warung seafood, dan masih banyak lagi. 

7. Warung Nasi Ceu’Mar
Warung nasi Ceu’Mar menyajikan konsep prasmanan dengan lauk khas kuliner Sunda. Warung ini cocok buat kamu yang suka lapar di tengah malam. Sebab Warung Nasi Ceu’Mar buka dari pukul 16.00-04.00 WIB. Justru tengah malam adalah waktu paling ramai warung nasi ini.

Beberapa menu masakan yang disajikan di sini antara lain nasi rames dengan berbagai pilihan sayur dan lauk pauk seperti gulai sapi. Lokasinya berada di Jalan Banceuy.

Baca juga: 10 Kuliner Malam di Bandung, Cocok untuk Hilangkan Penat

8. Bakso Cuanki Serayu
Selain batagor dan siomay, salah satu kuliner khas Bandung lainnya adalah bakso cuanki. Di Bandung, bakso cuanki yang patut kamu coba adalah Bakso Cuanki Serayu.

Di sini Pengunjung bisa memilih menunya sendiri seperti siomay, tahu, bakso, pangsit, dan lainnya. Bukan hanya rasa, antreannya pun bisa membuat orang penasaran.

Lokasinya berada di Jalan Serayu No.2, Cihapit, Bandung Wetan. Harga yang ditawarkan cukup bersaing, tidak lebih dari Rp 30 ribu.

9. Kobe Teppanyaki
Kalau yang satu ini merupakan rekomendasi kuliner malam yang ada di Kota Bandung. Lokasinya ada di Jalan Cibadak, tidak jauh dari Alun-alun Kota Bandung. Sesuai namanya, Kobe Teppanyaki menyajikan menu khas Jepang dan China.

Salah satu menu yang paling favorit di sini adalah menu steam boat-nya. Isi steam boat-nya berlimpah, mulai dari sayuran, tahu, telur, bakso, dan masih banyak lagi. Kobe Teppanyaki buka mulai pukul 17.00 WIB - 24.00 WIB.

Baca juga: 5 Kuliner Mi Legendaris Bandung yang Patut Dicoba

10. Mi Kocok Mang Dadeng
Mi kocok yang satu ini terletak di Jalan Banteng (KH Ahmad Dahlan) Nomor 67. Tempat ini buka setiap hari pukul 09.00 – 22.00 WIB.

Konon mi kocok di sini dibuat menggunakan 27 macam bumbu rempah spesial yang merupakan rahasia keluarga. Harga mi kocok di sini masih cukup terjangkau, mulai dari Rp 25.000 – Rp 47.000.

Tergantung ukuran porsi yang dipilih, apakah kecil atau besar dan juga topping yang digunakan.

Ilustrasi mie kocok khas Bandung berisi mie dan kikil. SHUTTERSTOCK/RICCA NOVIA Ilustrasi mie kocok khas Bandung berisi mie dan kikil.

 

Tempatnya sendiri memang tak terlalu besar, tetapi tetap cukup nyaman. Jika tak ingin kehabisan, sebaiknya datang sebelum sore hari.

Mi kocok akan cepat habis khususnya di hari libur. Penyajian mi kocok di sini cukup unik, kamu bisa memilih tambahan sum-sum yang gurih di dalamnya. Selain itu, ada pula potongan kikil yang kenyal serta tebal.

Mi Kocok Mang Dadeng sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Saat itu Ki Usma, yang merupakan ayah Pak Dadeng sang pemilik kedai, masih menawarkan mi kocoknya dengan cara berkeliling.

(Penulis: Syifa Nuri Khairunnisa | Editor: Silvita Agmasari)

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Beredar Video Kodim Deiyai Diduga Diserang OPM Saat Jenazah Danramil Aradide Tiba, TNI Angkat Bicara

Tren
Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Resmi, ASN Bisa WFH pada 16-17 April 2024 untuk Perlancar Arus Balik Lebaran

Tren
Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Jasa Marga Gelar Diskon Tarif Tol 20 Persen pada Arus Balik Lebaran 2024, Simak Jadwalnya

Tren
Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Pendaftaran Beli Elpiji 3 Kg Pakai KTP Ditutup Mei 2024, Berikut Cara Daftarnya

Tren
Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Arkeolog Temukan Lukisan Kuno di Pompeii yang Terkubur Hampir 2.000 Tahun

Tren
Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Gedung Kemenhan Inggris Disemprot Cat Merah akibat Masih Dukung Persenjataan Israel

Tren
Memiliki 'Vibes' Senada, Tata Kota Malang dan Bandung Disebut Dirancang oleh Satu Orang yang Sama, Benarkah?

Memiliki "Vibes" Senada, Tata Kota Malang dan Bandung Disebut Dirancang oleh Satu Orang yang Sama, Benarkah?

Tren
Kapan Siswa SD, SMP, dan SMA Se-Jawa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2024? Ini Tanggalnya

Kapan Siswa SD, SMP, dan SMA Se-Jawa Masuk Sekolah Usai Libur Lebaran 2024? Ini Tanggalnya

Tren
Kronologi KA Argo Semeru Tabrak Mobil yang Nekat Terabas Pelintasan di Madiun

Kronologi KA Argo Semeru Tabrak Mobil yang Nekat Terabas Pelintasan di Madiun

Tren
Imbas KRL Anjlok di Mangga Dua, KAI Berlakukan Rekayasa Rute Perjalanan

Imbas KRL Anjlok di Mangga Dua, KAI Berlakukan Rekayasa Rute Perjalanan

Tren
Gunung Berapi di Antarktika Memuntahkan Debu Emas, Senilai Rp 97 Juta dalam Sehari

Gunung Berapi di Antarktika Memuntahkan Debu Emas, Senilai Rp 97 Juta dalam Sehari

Tren
Penjelasan TNI soal Pengendara Mengaku Adik Jenderal Tabrak Mobil Warga

Penjelasan TNI soal Pengendara Mengaku Adik Jenderal Tabrak Mobil Warga

Tren
Ramai soal Kereta Cepat Whoosh Disebut Bocor hingga Air Menggenangi Lantai, KCIC Buka Suara

Ramai soal Kereta Cepat Whoosh Disebut Bocor hingga Air Menggenangi Lantai, KCIC Buka Suara

Tren
Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Duduk Perkara Taipan Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati gara-gara Korupsi Rp 200 T

Tren
7 Cara Menghilangkan Bintik Hitam di Mukena, Bisa Pakai Bahan Rumahan

7 Cara Menghilangkan Bintik Hitam di Mukena, Bisa Pakai Bahan Rumahan

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com