Ramai soal Noda di Mata Saat Melihat Pemandangan Terang, Apa Itu?

Kompas.com - 18/06/2021, 09:05 WIB
Tangkapan layar adanya floaters yang terlihat pada mata ketika melihat pemandangan yang cerah dan terang. Twitter: @eggshellfriendTangkapan layar adanya floaters yang terlihat pada mata ketika melihat pemandangan yang cerah dan terang.

KOMPAS.com - Sebuah unggahan berisi informasi mengenai adanya semburat atau noda yang terlihat oleh mata ketika melihat pemandangan terang viral di media sosial pada Selasa (15/6/2021).

Adapun informasi itu diunggah oleh akun Twitter @eggshellfriend.

"Im never lonely cuz i got these little guys with me :)

(Saya tidak pernah kesepian karena saya membawa teman-teman kecil ini bersama saya :))".

Baca juga: Viral, Video Pengemudi Truk Tak Berikan Jalan ke Rombongan Alutsista TNI, Sopir: Aku Nggak Bakal Minggir!

Hingga Kamis (17/6/2021), unggahan itu sudah diretwit sebanyak 77.800 kali dan disukai lebih dari 655.100 kali oleh pengguna Twitter lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ramai soal Pengemudi Truk Tak Beri Jalan Rombongan Alutsista TNI, Bagaimana Aturannya?

Lantas, fenomena apa itu?

Dokter spesialis mata bidang retina di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, dr Grimaldi Ihsan mengatakan, kejadian tersebut dinamakan floaters.

"Itu namanya floaters akibat kekeruhan gel di dalam bola mata yang disebut vitreus," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Ramai soal Donor Kornea Mata, Bagaimana Syarat dan Prosedurnya?

Ia menambahkan, floaters merupakan titik atau bintik dalam penglihatan seseorang seolah-olah bintik tersebut melayang ketika orang itu mencoba untuk melihat langsung ke arahnya.

Bintik atau noda itu terdiri dari vitreus mata, dan umumnya kondisi ini benar-benar normal.

Vitreus adalah zat bening seperti gel yang mengisi sebagian besar mata.

Baca juga: Kenapa Mata Hewan Menyala Saat Malam Hari?

Penyebab

Sementara itu, Grimaldi mengatakan bahwa 80 persen floaters biasanya tidak berbahaya, karena berhubungan dengan faktor usia.

Namun, ada juga 20 persen penyebab lain yang bisa diakibatkan oleh perdarahan, infeksi, dan robekan saraf mata (retina).

"Biasanya mulai muncul di usia 50 tahun ke atas, tapi pada orang-orang tertentu bisa terjadi lebih cepat," kata dia.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Gas Air Mata, Efek, dan Cara Mengurangi Dampaknya...

Jika menilik terjadinya floaters, kondisi ini terjadi ketika tubuh vitreus mulai menyusut.

Saat menyusut, serat-serat kecil dapat terlepas dan menjadi berserabut. Inilah yang oleh dokter disebut detasemen vitreus.

Detasemen ini menyebabkan massa vitreus berserabut yang dapat mengganggu cahaya yang masuk ke retina.

Hal ini memberikan bayangan kecil ke mata, yang membuat floaters terlihat.

Baca juga: Tidak Memejamkan Mata, Bagaimana Cara Ikan Tidur?

Menurut Grimaldi, setiap orang bisa mendapatkan floaters di beberapa titik, meskipun kebanyakan orang mengabaikannya.

"Banyak yang mungkin hanya memperhatikan mereka ketika mereka melihat permukaan atau area yang kosong dan cerah seperti langit," kata Grimaldi.

"Ya seperti kalau lihat debu di dalam ruangan, lebih terlihat kalau di dekat jendela yang terang," lanjut dia.

Baca juga: Video Viral Polisi Tidur di Boyolali Disebut seperti Cobaan Hidup, Mobil yang Lewat sampai Nyangkut, Ini Cerita di Baliknya

Selain itu, ada juga penyebab floaters di mata yang lebih serius, seperti:

  • Peradangan pada mata
  • Infeksi
  • Robekan atau benturan pada retina
  • Cedera traumatis di mata
  • Perdarahan
  • Tumor mata

Baca juga: Bahaya Tidur Setelah Sahur, dari Berat Badan Naik hingga GERD

Grimaldi mengatakan bahwa robekan retina bisa berakibat ablasio retina (perlepasan saraf retina).

"Bisa juga karena perdarahan akibat retinopati diabetika (kerusakan mata akibat diabetes yang berpotensi kebutaan)," kata dia.

Menurutnya, robekan retina ini juga biasanya disebabkan akibat penipisan saraf retina yang ditambah dengan adanya faktor risiko minus tinggi, benturan pada mata atau bisa juga terjadi secara spontan.

Baca juga: Mengapa Lagu Pengantar Tidur Sering Dinyanyikan untuk Menidurkan Bayi?

Pencegahan

Meski tidak mengganggu untuk kondisi yang biasa, Grimaldi mengatakan, adanya floaters belum tentu bisa hilang 100 persen.

Namun, kondisi floater lama kelamaan bisa menjadi lebih transparan dan bisa juga hilang timbul.

"Jadi sarannya sih tetap cek mata rutin 1 tahun sekali untuk evaluasi floaters-nya bahaya atau tidak," katanya lagi.

Baca juga: Berbahayakah Tidur dengan Kipas Angin Menyala Sepanjang Malam?

Dilansir dari Medical News Today, (21/12/2020), ada beberapa praktik dasar untuk menjaga kesehatan mata, seperti:

  • Menjaga berat badan yang sehat atau menurunkan berat badan
  • Makan makanan yang bervariasi dan bergizi
  • Berhenti merokok
  • Memakai kacamata hitam di luar ruangan
  • Memakai kacamata pelindung bila perlu
  • Sering mengistirahatkan mata

 Baca juga: Mengapa Kita Ngiler Saat Tidur?

KOMPAS.com/Dhawam Pambudi Infografik: 8 Manfaat Tidur Siang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.