Selain Christian Eriksen, Berikut 6 Pemain Bola yang Pernah Kolaps di Tengah Pertandingan

Kompas.com - 13/06/2021, 19:15 WIB
Para pemain Denmark saling menjaga saat paramedis merawat gelandang Christian Eriksen (tidak terlihat) dalam laga Grup B UEFA Euro 2020 antara Denmark dan Finlandia di Stadion Parken di Kopenhagen pada 12 Juni 2021. AFP/WOLFGANG RATTAYPara pemain Denmark saling menjaga saat paramedis merawat gelandang Christian Eriksen (tidak terlihat) dalam laga Grup B UEFA Euro 2020 antara Denmark dan Finlandia di Stadion Parken di Kopenhagen pada 12 Juni 2021.

KOMPAS.com - Gelandang Denmark, Christian Eriksen kolaps di tengah pertandingan pembuka Grup B EURO melawan Finlandia, Sabtu (12/6/2021).

Eriksen langsung diberi pertolongan medis berupa Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) oleh petugas di lapangan.

Pemain berusia 29 tahun itu lalu dipindahkan ke rumah sakit dan kini kondisinya sudah stabil.

Baca juga: Mulai Senin Depan, Berikut Jadwal Lengkap Copa America 2021

Berikut daftar pemain yang pernah kolaps di lapangan saat pertandingan:

1. Marc-Vivien Foe

Tim sepak bola Kamerun memegang poster raksasa Marc-Vivien Foe yang meninggal 26 Juni 2003 saat berlaga di pertandingan semi final melawan Colombia. FRANCOIS XAVIER MARIT Tim sepak bola Kamerun memegang poster raksasa Marc-Vivien Foe yang meninggal 26 Juni 2003 saat berlaga di pertandingan semi final melawan Colombia.

Melansir BBC, pada 26 Juni 2003, gelandang tim sepak bola Kamerum tiba-tiba pingsan saat pertandingan sedang berlangsung.

Kejadian itu terjadi pada menit ke-73 semifinal Piala Konfederasi antara Kamerun dan Kolombia di Stade de Gerland, Lyon.

Staf medis dan pendukung berusaha untuk menyadarkan pemain di lapangan, sebelum membawanya dengan tandu.

Namun, pria yang dikenal oleh rekan satu timnya sebagai 'Marco' itu mengembuskan napas terakhirnya.

Baca juga: Cristiano Ronaldo dan Deretan Pesepak Bola yang Terinfeksi Covid-19

Otopsi pertama gagal menentukan penyebab kematian pria berusia 28 tahun itu, tetapi otopsi kedua menemukan Marco menderita kardiomiopati hipertrofik.

Sanjay Sharma, Profesor Kardiologi di St George's, University of London, yang telah bekerja dengan Manchester City dan Tim GB di Olimpiade 2012, menjelaskan bahwa tanda pertama dari kondisi tersebut seringkali adalah kematian.

"Sayangnya, 80 persen olahragawan yang meninggal karena kondisi ini tidak memiliki sinyal peringatan sebelumnya dan kematian mendadak adalah gejala pertama," kata Sharma.

Baca juga: Cikal Bakal PSSI, Organisasi Sepak Bola yang Berawal dari Gerakan Menentang Belanda

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X