Kompas.com - 04/06/2021, 20:21 WIB
Ilustrasi digitalisasi DOK. SHUTTERSTOCKIlustrasi digitalisasi

KOMPAS.com - Pengguna televisi (TV) analog di Indonesia diminta untuk segera bermigrasi ke TV digital.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menghentikan siaran TV analog secara total, paling lambat 2 November 2021.

Tahap pertama penghentian siaran TV analog dimulai paling lambat 17 Agustus 2021.

Kominfo menyebutkan, siaran TV digital akan menghadirkan kualitas gambar yang lebih bersih, dan suara yang lebih jernih.

Baca juga: Kebijakan Kominfo dan Penundaan Pemblokiran Facebook, TikTok, Twitter dkk...

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by @siarandigitalindonesia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Hasil Investigasi Kominfo dan Update soal Dugaan Kebocoran Data BPJS Kesehatan

Lantas, bagaimana cara bermigrasi ke TV digital?

Mengutip laman Siaran Digital Kominfo, untuk bisa menonton siaran TV digital, masyarakat perlu memastikan terlebih dulu bahwa daerahnya sudah terdapat siaran TV digital.

Sama seperti TV analog, masyarakat juga membutuhkan antena UHF untuk menangkap sinyal. Letak antena dapat berada di luar rumah, maupun di dalam rumah.

Terpenting, masyarakat harus memastikan bahwa TV di rumah sudah dilengkapi dengan penerima sinyal DVB-T2.

Baca juga: Kominfo Buka Seleksi Jabatan untuk Dirjen IKP, Terbuka untuk PNS dan Non-PNS, Simak Syaratnya

DVB-T2 merupakan jenis sinyal digital yang dibaca dan diterjemahkan Set Top Box (STB) atau perangkat penerima TV digital DVB-T2.

Untuk mengetahui TV yang dimiliki dapat menangkap sinyal siaran digital, cari keterangan DVB-T2 pada buku panduan TV.

Jika TV tidak ada keterangan DVB-T2, tidak perlu khawatir. Kominfo menyebutkan, masyarakat tidak harus membeli TV baru untuk menikmati siaran TV digital.

Baca juga: Kisruh Sinetron Zahra, Bagaimana Peran Lembaga Sensor dan KPI?

TV model lama, seperti model tabung, masih bisa digunakan untuk menonton siaran TV digital, asalkan dilengkapi dengan STB bersertifikasi DVB-T2.

Penelusuran Kompas.com, Kamis (3/6/2021) di situs jual beli online, harga STV atau dekoder DVB-T2 berada di kisaran Rp 200.000.

Untuk mengetahui tipe STB dan TV digital yang sudah tersertifikasi DVB-T2 oleh Kominfo, dapat dicek melalui laman https://siarandigital.kominfo.go.id/informasi/perangkat-televisi

Baca juga: INFOGRAFIK: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

Cara menangkap sinyal TV digital

Setelah TV yang dimiliki sudah dipastikan mampu menangkap sinyal DVB-T2, langkah berikutnya adalah menangkap sinyal siaran digital.

Langkah pertama, cek ketersediaan sinyal TV digital di daerah Anda dengan menggunakan aplikasi SinyalTVDigital yang dapat diunduh di Google Play Store atau Apple App Store.

Pastikan antena UHF dan TV sudah terpasang dengan benar. Jika TV Anda belum bisa menangkap sinyal DVB-T2, sambungkan dengan STB bersertifikasi DVB-T2.

Baca juga: INFOGRAFIK: Walt Disney, Pelopor Kartun Animasi

Nyalakan TV, kemudian masuk ke opsi pengaturan (setting). Jika menggunakan STB, masuk ke mode AV, lalu tekan tombol "Menu" pada remote control STB.

Cari menu "Pencarian Saluran" dan pilih "Pencarian Otomatis". Tunggu hingga pencarian selesai, kemudian tekan "Simpan".

Untuk diketahui, beberapa tipe dekoder atau STB tertentu akan meminta pengguna untuk memasukkan kode pos wilayahnya.

Selamat, siaran TV digital sudah siap dinikmati.

Baca juga: 5 Fakta Film G30S/PKI, dari Film Wajib Era Soeharto hingga Pecahkan Rekor Penonton

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by @siarandigitalindonesia

Baca juga: Jaringan 5G Diluncurkan di Indonesia, Simak Keunggulan dan Kekurangannya...

TV digital bukan streaming internet

Kominfo menegaskan, siaran TV digital bukan streaming internet, yang membutuhkan pulsa atau kuota data.

Siaran TV digital berstatus FTA (free to air) alias tanpa biaya.

Untuk menonton siaran TV digital, tidak perlu internet, pulsa, atau membayar biaya langganan tiap bulan.

Sama dengan siaran TV dulu, masyarakat masih bisa menikmati sinetron, tayangan musik, atau berita, namun dengan tampilan gambar dan suara yang lebih bagus.

Baca juga: Mengenal Jaringan 5G, Cara Kerja dan Bahayanya

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Perangkat Penting untuk Migrasi ke TV Digital

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.