Kontroversi Sinetron Zahra "Suara Hati Istri": Pemeran Usia 15 Tahun, Isu Perkawinan Anak, dan Eksploitasi Seksual

Kompas.com - 03/06/2021, 07:35 WIB
ilustrasi televisi AndreyPopovilustrasi televisi

KOMPAS.com - Sinetron Suara Hati Istri yang ditayangkan salah satu televisi swasta nasional menjadi sorotan publik.

Perbincangan soal sinetron ini ramai di media sosial dalam dua hari terakhir karena pemeran "Zahra" yang merupakan istri ketiga dari karakter "Pak Tirta" masih berusia 15 tahun.

Banyak adegan dalam sinetron tersebut juga menjadi sorotan dan dinilai tak pantas bagi pemeran yang masih berusia 15 tahun. Selain itu, alur cerita juga menjadi perhatian dan dianggap permisif terhadap pernikahan anak.

Baca juga: Ini Penjelasan KPI soal Sinetron Suara Hati Istri Bisa Lulus Sensor

Terkait kontroversi itu, sejumlah kalangan dari kalangan artis, Komisi Penyiaran Indonesia, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan respons masing-masing.

KPI

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio meminta semua lembaga penyiaran tidak mempromosikan pernikahan dini dalam setiap programnya.

Berdasarkan aturan UU Perkawinan, kata Agung, batas minimum seorang warga negara Indonesia untuk menikah adalah 19 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KPI sudah meminta stasiun televisi Indosiar untuk melakukan evaluasi dan mengganti peran perempuan yang masih berusia 15 tahun tersebut.

"Kami meminta kepada pihak Indosiar untuk segera berbenah, yang paling mudah adalah mengganti peran perempuan itu yang secara riil, kan 15 tahun, dan ini kan episodenya masih panjang, kan masih permulaan, jadi masih bisa ya mengubah alur cerita atau bagaimana begitu," kata KPI.

Menurut Agung, KPI akan memanggil pihak Indonesia dan production house (PH) dari sinetron tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi menyebutkan, pihaknya telah memberikan sejumlah masukan dan mendengar penjelasan dari pihak Indosiar.

Ia mengatakan, Indosiar juga berjanji akan menempatkan aktris dan aktor di atas usia 18 tahun untuk memerankan karakter yang sudah menikah.

Meski demikian, KPI belum memutuskan sanksi yang dijatuhkan terkait polemik itu.

Sementara itu, Komisioner KPI Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah mengingatkan agar televisi dan rumah produksi sinetron Zahra melakukan sejumlah hal untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak.

"Sinetron Zahra harus evaluasi pemeran dan muatan sinetron," ujar Nuning.

KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun ikut bersuara soal keriuhan ini.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati menyebutkan adanya potensi eksploitasi ekonomi dan seksual dari tayangan tersebut.

"Belum lagi kita bicara teknis pengambilan gambarnya. Itu sering sekali melewati jam malam. Itu juga jadi isu ketenagakerjaan di dalam media ini. Pengadaan siaran ini juga jadi problematik," kata Rita.

Ia tak menampik kebutuhan peran anak dalam beberapa siaran televisi. Namun, tidak kemudian ditonjolkan seperti dalam sinetron Suara Hati Istri.

Menurut Rita, mempertontonkan anak dengan adegan dewasa dan jalan cerita yang secara langsung mempromosikan perkawinan anak dan poligami bersinggungan dengan eksploitasi seksual.

Ia pun mengimbau lembaga penyiaran dan produsen untuk mengutamakan fungsi pendidikan pada setiap tayangan mereka.

Kalangan artis

Sutradara Ernest Prakasa juga turut mengkritik sinetron yang tengah menjadi sorotan publik itu.

Melalui akun Instagram-nya, Ernest menilai, menempatkan pemeran berusia 15 tahun sangat keterlaluan.

Ia pun mempertanyakan tolok ukur Indosiar dalam mengejar rating melalui sinetron itu.

"Okelah tolok ukur TV adalah rating, tapi tolok ukur manusia adalah nurani dan akal sehat. Menurut kalian, ini wajar?" tulis Ernest.

Sementara itu, aktris Zaskia Adya Mecca mempertanyakan PH yang memproduksi cerita dan pihak stasiun televisi.

"Stasiun TV memberikan tempat untuk tayangan nasional harusnya sejalan dengan keputusan yang ditetapkan oleh pemerintah," tulis dia dalam akun Instagram-nya.

Ia berharap tayangan di televisi nasional ke depan lebih berkualitas dan mendidik.

(Sumber: Kompas.com (Firda Janati/Ady Prawira Riandi/Rahel Narda Chaterine/Rosy Dewi Arianti Saptoyo | Editor: Tri Susanto Setiawan/Andika Aditia/Diamanty Meiliana/Krisiandi/Rizal Setyo Nugroho)


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.