Kompas.com - 30/05/2021, 19:55 WIB
Ilustrasi hoaks ShutterstockIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Di media sosial Facebook, beredar tangkapan layar pesan Whatsapp dengan informati bahwa vaksin Covid-19 bisa menyebabkan penerimanya mengalami kematian dini.

Informasi itu mengklaim sumber informasi adalah mantan saintis Pfizer, Mike Yeadon.

Narasi yang beredar juga menyebutkan, orang yang telah divaksin hanya mampu bertahan hidup sekitar 2 tahun.

Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia Tarmizi menegaskan, informasi itu tidak benar dan tidak ada bukti ilmiahnya.

Sementara itu, Mike Yeadon atau Michael Yeadon dulunya bekerja di unit yang tidak ada hubungannya dengan vaksin atau penyakit menular.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yeadon kerap menyebarkan teori konspirasi seputar vaksin.

Narasi yang beredar

Informasi yang menyebutkan mantan saintis Pfizer, Mike Yeadon, mengklaim vaksin menyebabkan kematian dini, diunggah oleh akun Facebook Nang Jembes.

Unggahan ini dibagikan pada Jumat (28/5/2021) pukul 13.44 WIB.

Narasi serupa juga diunggah oleh akun Facebook Genyus Nalfo pada Sabtu (19/5/2021) dan oleh akun Facebook Ajhe Samboga pada hari berikutnya.

Ketiganya menampilkan tangkapan layar dari pesan WhatsApp.

Pesan itu memuat narasi bahwa vaksin menyebabkan kematian dini, yang dikuatkan oleh pernyataan mantan saintis vaksin dari Pfizer, Mike Yeadon.

"Mike Yeadon bekas ketua saintis di firma vaksin pFizer menyatakan bahwa kini sudah amat terlambat untuk menyelamatkan siapa yang sudah divaksin covid 19," tulis dia.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.