Vietnam Temukan Mutasi Gabungan Virus Corona Varian Inggris dan India, Seberapa Bahaya?

Kompas.com - 29/05/2021, 15:00 WIB
Ilustrasi varian Covid-19 India menyebabkan lonjakan kasus di Inggris. Ilmuwan mendesak agar pemerintah meningkatkan vaksinasi. SHUTTERSTOCK/PETERSCHREIBER MEDIAIlustrasi varian Covid-19 India menyebabkan lonjakan kasus di Inggris. Ilmuwan mendesak agar pemerintah meningkatkan vaksinasi.

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan Vietnam mendeteksi varian baru virus corona yang memiliki karakteristik gabungan dari varian India dan Inggris.

Melansir VN Express, Sabtu (29/5/2021) Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long mengatakan, varian itu terdeteksi setelah dilakukan pengurutan sekuens genom terhadap sejumlah pasien Covid-19.

Varian Inggris diyakini lebih menular dibanding strain original, sedangkan varian India diperkirakan lebih menular dan berpotensi tidak terpengaruh antibodi sistem kekebalan.

Nah, varian yang baru-baru ini dideteksi di Vietnam itu memiliki karakteristik dari kedua varian tersebut.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Inggris, Diduga Lebih Menular

Secara spesifik, varian tersebut adalah varian India dengan karakteristik mutasi yang aslinya dimiliki varian Inggris.

"Kemenkes akan mengumumkan varian baru virus corona ini di peta genom global," kata Long, seraya menambahkan bahwa varian baru tersebut belum diberi nama.

Sebabkan gelombang infeksi

Sejak sebulan terakhir, Vietnam dihantam gelombang infeksi virus corona yang mengakibatkan terjadinya 3.595 kasus Covid-19 lokal di 33 kota dan provinsi.

Long mengatakan, varian virus corona yang diduga bertanggung jawab atas gelombang baru itu jauh lebih menular, terutama di udara.

Penelitian di laboratorium mengungkapkan bahwa varian tersebut mampu mereplikasi dirinya sendiri dengan sangat cepat.

Hal itu menyebabkan kemunculan begitu banyak kasus baru di lokasi berbeda, dan dalam kerangka waktu yang lebih singkat.

Sejauh ini, Vietnam telah mencatat kehadiran tujuh varian virus corona di negaranya, termasuk yang berasal dari Inggris, India, dan Afrika Selatan.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Ditemukan di Afrika Selatan, Diduga Picu Gelombang Kedua Covid-19

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.