Berkaca dari Kritik Tere Liye soal Buku Bajakan, Ini Faktor yang Mendorong Pembajakan Buku Kerap Terjadi

Kompas.com - 27/05/2021, 08:05 WIB
Ilustrasi buku, koleksi buku. PIXABAY/MARISA SIASIlustrasi buku, koleksi buku.

KOMPAS.com - Maraknya peredaran buku bajakan di Indonesia baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Salah satu penulis Indonesia, Tere Liye, secara tegas mengungkapkan kritiknya terhadap pembajakan buku, termasuk terhadap pembeli buku bajakan.

Penulis novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah itu juga menyoroti peredaran buku bajakan di laman-laman e-commerce Indonesia.

Baca juga: Kisah Syaiful, dari Jualan Pecel Lele, Merintis Usaha dari Nol, hingga Bawa Pulang Lamborghini Aventador

Baca juga: Hari Kartini, Bagaimana Isi Buku Habis Gelap Terbitlah Terang?

Unggahan Tere Liye yang bernada keras itu lantas mengundang reaksi beragam dari warganet.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada warganet yang menyebutkan bahwa Tere Liye keliru jika menyalahkan pembeli buku bajakan, dan menyebut para pembeli itu sebagai orang dungu.

Di sisi lain, ada juga yang menyebut bahwa pemilihan kata-kata keras yang dilakukan Tere Liye adalah hal yang tepat, karena isu pembajakan buku akhirnya menjadi sorotan.

Baca juga: Foto Viral Indomaret Berlokasi di Versailles, Perancis, Memangnya Ada?

Menanggapi kritik dari Tere Liye, e-commerce Tokopedia dan Lazada mengungkapkan, platform mereka selalu berkomitmen untuk melindungi hak kekayaan intelektual (termasuk hak cipta).

Kedua e-commerce itu menyatakan, penjualan buku bajakan termasuk pelanggaran hak kekayaan intelektual, dan akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku di setiap platform.

Baca juga: Ramai Tere Liye Kritik Buku Bajakan di E-commerce, Ini Kata Tokopedia dan Lazada

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X