Kompas.com - 24/05/2021, 15:58 WIB
Ilustrasi THR ShutterstockIlustrasi THR

KOMPAS.com - Kasus kehilangan uang tabungan yang dialami oleh nasabah bank kembali terjadi.

Asrizal Ashaki (49) kehilangan uang tabungannya sebanyak Rp 128 juta pada 6 Februari 2021.

Penyebabnya, diindentifikasi sebagai skimming atau pencurian dan penyalinan data pada strip magnetik kartu debit.

Kartu ATM yang dipegang Asrizal berbeda dengan kartu debit yang terdaftar di bank.

Baca juga: Uang Rp 128 Juta Nasabah Bank Mandiri Raib, Apakah Masih Bisa Kembali?

Diberitakan Kompas.com, Minggu (23/5/2021), pihak bank menolak memberi ganti rugi karena menilai transaksi yang dilakukan sah.

Melihat kasus ini, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mempertanyakan sistem keamanan di bank.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pertama, ini memang harus dipertanyakan dengan sangat keras tentang keamanan sistem proteksi di perbankan kita, khususnya BUMN," kata Tulus, saat dihubungi Kompas.com, Senin (24/5/2021).

Harus diselidiki

Tulus menjelaskan, maraknya kasus skimming kartu ATM menunjukkan bahwa sistem keamanan harus ditinjau kembali.

"Ini menunjukkan bahwa sistem IT mereka ternyata kan dengan kondisi seperti ini gampang diretas, gampang dibobol dan segalam macam," kata Tulus.

Jika sistem tidak diperbaiki, maka konsumen atau nasabah akan terancam diretas atau dibobol sewaktu-waktu oleh pihak tertentu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.