Berkaca dari Kasus Evergreen di Terusan Suez, Jepang Pertimbangkan 3 Opsi Rute Baru

Kompas.com - 23/05/2021, 11:35 WIB
Kosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov membagikan gambar yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dari kapal kargo Ever Given terjebak miring di Terusan Suez pada 27 Maret 2021. (Image credit: Roscosmos / NASA) ROSCOSMOS NASA via TWITTERKosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov membagikan gambar yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dari kapal kargo Ever Given terjebak miring di Terusan Suez pada 27 Maret 2021. (Image credit: Roscosmos / NASA)

KOMPAS.com - Perusahaan transportasi Jepang sudah menjajaki rute alternatif antara Asia Timur dan pasar Eropa yang sangat penting.

Masalah yang sedang terjadi setelah kandasnya kapal kontainer, Ever Given milik Jepang, di Terusan Suez pada bulan Maret 2021, telah membuat mereka meningkatkan pencarian rute baru.

Pemilik Ever Given Shoei Kisen Kaisha Ltd., yang berbasis di Jepang juga sangat tidak senang karena telah terjebak dalam sengketa hukum atas kecelakaan tersebut.

Pengadilan Mesir mengabulkan permintaan Otoritas Terusan Suez agar kapal sepanjang 400 meter itu ditahan sampai pemiliknya membayar lebih dari 900 juta dollar AS sebagai kompensasi.

Baca juga: Dituding dalam Kasus Ever Given di Terusan Suez, Ini Tanggapan Marwa Elselehdar

Kapal itu disewa oleh Evergreen Line yang berbasis di Taiwan untuk perjalanan dari Cina ke Rotterdam, Belanda, dan berada di bawah kendali nahkoda lokal untuk melewati kanal.

Ketidakstabilan yang meningkat di Timur Tengah juga menjadi salah satu pertimbangan lainnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini tentunya merupakan langkah yang sangat masuk akal bagi perusahaan Jepang untuk setidaknya mencari rute alternatif, meskipun mereka harus ingat bahwa masing-masing rute tersebut juga memiliki kekurangan," kata profesor kebijakan dan sistem transportasi di Universitas Chubu, Yoshitsugu Hayashi, dikutip dari DW.

Tiga opsi rute

Menurut Hayashi, ada tiga jalur alternatif yang tersedia untuk menghubungkan Asia Timur dengan Eropa, sedangkan yang keempat sedang dalam pengembangan.

Pertama, kembali ke perjalanan mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Rute itu dulunya digunakan sebelum Terusan Suez sepanjang 193 kilometer (120 mil) selesai pada November 1869.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.