Kompas.com - 20/05/2021, 08:37 WIB

KOMPAS.com - Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada 20 Mei setiap tahunnya.

Penetapan Hari Kebangkitan Nasional merujuk pada tanggal berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908.

Tahun ini, tema peringatan 113 tahun Hari Kebangkitan Nasional adalah "Bangkit! Kita Bangsa yang Tangguh!".

Dengan tema tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong untuk mempercepat pulihnya bangsa dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Puluhan Ribu Mahasiswa Menduduki Gedung DPR/MPR

Organisasi Boedi Oetomo

Pada 20 Mei 1908, Dr Wahidin Soedirohoesodo bersama tiga mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) mendirikan organisasi Boedi Oetama.

Mengutip Harian Kompas, 19 Mei 1973, ketiga mahasiswa itu adalah Soetomo, Gunawan Mangunkusumo, dan Suraji yang telah lama mengagumi dr Wahidin melalui majalah Retno Dumilak.

Pendirian organisasi ini sekaligus menandai kebangkitan nasional Indonesia. Sebab, sejarah Indonesia sejak saat itu memasuki babak baru, yaitu pergerakan nasional.

Artinya, semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia mulai lahir saat itu.

Sebelum organisasi Boedi Oetomo didirikan, dr Wahidin kerap mencari dana untuk membiayai pelajar-pelajar pandai yang kurang mampu.

Sebab, kondisi masyarakat Indonesia saat itu sebagian besar tidak mampu mendapatkan pendidikan formal dan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Dana itu berasal dari para bangsawan dan Belanda di Jawa.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kelahiran Edward Jenner, Bapak Imunologi Penemu Vaksin Pertama di Dunia

Namun, dalam satu pertemuan, Sutomo mengusulkan agar usaha-usaha itu diperluas di luar bidang pendidikan, tetapi juga pertanian, peternakan, perniagaan, industri, dan kesenian.

Untuk mewujudkan cita-cita itu, perlu adanya organisasi. Sutomo dan kawan-kawannya pun menyiapkan pertemuan besar.

Pertemuan yang berasal dari dana pribadi itu akhirnya melahirkan sebuah organisasi bernama Boedi Oetama.

Berasal dari bahasa Melayu, "boedi" berarti kepribadian dan "oetomo" artinya luhur.

Tak butuh waktu lama, organisasi itu langsung disambut secara antusias oleh para pelajar dari berbagai daerah, dengan 10.000 anggota dalam satu tahun.

Melalui Boedi Oetomo, para pemuda melatih dirinya dan menjadi pemimpin dari berbagai organisasi pergerakan kemerdekaan yang lahir kemudian. 

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat Sukhoi Superjet 100 Jatuh Usai Tabrak Tebing di Gunung Salak, 45 Orang Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.