Kompas.com - 19/05/2021, 20:30 WIB
Gerhana bulan istimewa Super Blood Wolf Moon mulai tampak sempurna dilihat dari Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (20/1/2019). Menurut badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat, NASA, fenomena Super Blood Wolf Moon yang muncul pada 20 hingga 21 Januari 2019 itu sangat jarang muncul dan hanya penduduk di 28 negara yang dapat menyaksikannya dengan jelas. AFP/GASTON DE CARDENASGerhana bulan istimewa Super Blood Wolf Moon mulai tampak sempurna dilihat dari Miami, Florida, Amerika Serikat, Minggu (20/1/2019). Menurut badan antariksa milik pemerintah Amerika Serikat, NASA, fenomena Super Blood Wolf Moon yang muncul pada 20 hingga 21 Januari 2019 itu sangat jarang muncul dan hanya penduduk di 28 negara yang dapat menyaksikannya dengan jelas.

KOMPAS.com -  Fenomena astronomi langka Gerhana Bulan Total (GBT) atau Super Blood Moon akan terjadi pada 26 Mei 2021 atau bertepatan dengan Hari Raya Waisak. 

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menyebutkan fenomena GBT yang akan datang itu sangat spesial karena terjadi 195 tahun sekali. 

Selain itu, gerhana Bulan kali ini beriringan dengan terjadinya Perige, yakni ketika Bulan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi, atau biasa disebut Super Moon.

Baca juga: Siswi SMA Dikeluarkan Sekolah karena Hina Palestina, KPAI: Kurangnya Literasi Digital

Gerhana Bulan berwarna merah

Selain tampak lebih besar dibanding biasanya, pada saat gerhana Bulan nanti, Bulan juga akan tampak merah karena pembiasaan cahaya Matahari oleh lapisan atmosfer Bumi.

"Oleh karenanya, GBT kali ini disebut juga dengan Bulan Merah Super atau Super Blood Moon," demikian keterangan Lapan di Instagram, Selasa (18/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by LAPAN (@lapan_ri)

Keunikan GBT Merah Super

Selain berwarna merah, Lapan mengatakan, GBT Merah Super yang akan datang juga memiliki sejumlah keunikan lain, antara lain:

  • Lebar sudutnya yang lebih besar 13,77 persen dibandingkan ketika berada di titik terjauhnya (apoge)
  • Kecerlangannya 15,6 persen lebih terang dibandingkan dengan rata-rata
  • Lebih terangn 29,1 persen dibandingkan ketika apoge

GBT yang akan datang itu juga bertepatan dengan Detik-Detik Waisak, yakni pada 15 suklapaksa (paroterang) Waisaka 2565 Era Buddha yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13.30 WIB, 19.13.30 WITA, dan 20.13.30 WIT.

Baca juga: 7 Hal Soal Vaksin Novavax, dari Tingkat Efikasi hingga Efek Sampingnya

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.