Doa untuk Tengku Zulkarnain dan Birgaldo Sinaga

Kompas.com - 17/05/2021, 09:21 WIB
Ustaz Tengku Zulkarnain terpapar Covid-19 di Kota Pekanbaru, Riau. Tangkapan layar Instagram Tengku Zulkarnain Ustaz Tengku Zulkarnain terpapar Covid-19 di Kota Pekanbaru, Riau.

Adalah suatu warisan kearifan leluhur Nusantara untuk tidak bicara buruk terhadap sesama warga Indonesia yang telah meninggalkan dunia fana ini.

Maka sungguh disayangkan bahkan diprihatinkan bahwa tradisi bagus itu di masa kini yang disebut sebagai masa kebebasan berpendapat berdasar cita-cita utama demokrasi ternyata tidak dilanjutkan oleh berbagai pihak yang merasa berhak mengungkap pendapat pribadinya sesuai kehendak dan selera diri sendiri.

Termasuk pendapat buruk terhadap sesama warga Indonesia yang sudah almarhum.

Demokrasi

Gejala buruk itu mulai tampil terhadap almarhum Bung Karno kemudian makin berkembang terhadap almarhum Pak Harto.

Kemudian di masa kini gejala bicara buruk terhadap almarhum juga terjadi terhadap almarhum Tengku Zulkarnain dan Birgaldo Sinaga yang meninggalkan dunia fana di belahan awal bulan Mei 2021.

Mereka yang merasa sepaham dalam politik dengan Tengku Zulkarnain dan Birgaldo Sinaga berbelasungkawa atas wafatnya kedua tokoh nasional yang kebetulan tidak berada di kubu politik yang sama.

Namun ada pula yang merasa tidak sepaham politik dengan Tengku Zulkarnain dan Birgaldo Sinaga ternyata tega hati melupakan warisan kearifan leluhur Nusantara untuk tidak bicara buruk terhadap sesama warga Indonesia yang telah meninggalkan dunia fana ini sehingga tega hati bicara buruk terhadap tokoh yang kebetulan tidak disukainya ketika masih hidup.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kebencian dibawa sampai ke alam baka.

Birgaldo Sinaga saat menjadi tim advokasi orangtua bayi Debora, mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).KOMPAS.COM/Anggita Muslimah Birgaldo Sinaga saat menjadi tim advokasi orangtua bayi Debora, mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017).

Doa

Sebagai warga yang awam politik kecuali mempelajari politik kemanusiaan yang adil dan beradab, saya pribadi memilih sikap bertahan pada warisan kearifan leluhur Nusantara untuk tidak bicara buruk terhadap sesama warga Indonesia yang sudah meninggalkan dunia fana ini.

Menyadari diri saya sendiri sekadar sesosok insan manusia tidak sempurna maka saya merasa tidak layak untuk bicara buruk terhadap sesama manusia ketika masih hidup.

Makin tidak layak bicara buruk terhadap sesama manusia yang telah meninggalkan dunia fana untuk pindah ke alam baka.

Dapat dibayangkan betapa kecewa perasaan keluarga yang ditinggalkan apabila insan yang mereka cintai dibicarakan secara buruk oleh orang lain.

Maka dengan penuh kerendahan hati saya bersujud demi memanjatkan doa memohon perkenan Yang Maha Kuasa melimpahkan anugrah berkah kekuatan lahir dan batin kepada keluarga yang ditinggalkan Tengku Zulkarnain dan Birgaldo Sinaga serta memohon perkenan Yang Maha Kuasa menerima arwah Tengku Zulkarnain dan arwah Birgaldo Sinaga di sisi Beliau di alam baka. Amin.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X