Kompas.com - 16/05/2021, 19:30 WIB
Tangkapan layar salah satu video yang memperlihatkan kerumunan wisatawan di Pantai Batu Karas, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu pagi (15/5/2021). DOKTangkapan layar salah satu video yang memperlihatkan kerumunan wisatawan di Pantai Batu Karas, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu pagi (15/5/2021).

KOMPAS.com - Tak ditutupnya lokasi wisata pada masa libur Lebaran 2021 menimbulkan kekhawatiran atas situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Meski pemerintah melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei 2021 untuk mencegah  mobilitas masyarakat yang dapat menjadi pemicu penularan Covid-19, namun pembukaan tempat wisata ternyata juga menghasilkan efek yang tidak diharapkan.

Masyarakat yang tidak diizinkan mudik akhirnya beralih berkunjung ke tempat-tempat wisata, terbukti dari adanya peningkatan jumlah wisatawan selama libur Lebaran.

Baca juga: Mudik Dilarang, Tempat Wisata Dibuka, dan Akhirnya Ditutup Lagi...

Sejumlah lokasi wisata penuh sesak oleh pengunjung. Hal ini membuat protokol kesehatan tak bisa dijalankan dengan maksimal.

Merespons fenomena itu, pemerintah provinsi, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, akhirnya memutuskan menutup tempat wisata, setelah melakukan evaluasi dari pantauan jumlah wisatawan selama libur Lebaran.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerumunan masyarakat yang tercipta dari pembukaan tempat wisata dikhawatirkan dapat menjadi pemicu terjadinya penularan kasus-kasus baru Covid-19.

Apa yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi potensi ledakan kasus Covid-19 pasca-libur Lebaran?

Indonesia belum belajar dari pengalaman tahun lalu

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, Indonesia masih belum belajar dari upaya pengendalian pandemi saat Lebaran tahun lalu.

Dicky menyebutkan, pengendalian pandemi yang lemah pada libur Idul Fitri 2020 berdampak signifikan terhadap kenaikan kasus Covid-19 harian pada saat itu.

Dia mengatakan, pasca Idul Fitri 2020, terjadi peningkatan kasus harian hingga mencapai 93 persen. Angka kematian mingguan juga meningkat sampai 66 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Mabes Polri soal Bikin SIM dan SKCK Wajib Lampirkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Penjelasan Mabes Polri soal Bikin SIM dan SKCK Wajib Lampirkan Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Tren
Hujan Deras Saat Kemarau, 5 Daerah Ini Terendam Banjir

Hujan Deras Saat Kemarau, 5 Daerah Ini Terendam Banjir

Tren
Duduk Perkara Transfer Tiba-tiba Uang Rp 1,5 Juta Sempat Disebut dari Pinjol, Ini Faktanya

Duduk Perkara Transfer Tiba-tiba Uang Rp 1,5 Juta Sempat Disebut dari Pinjol, Ini Faktanya

Tren
Sejarah Hari Janda Internasional dan Sosok Shrimati Pushpa Wati Loomba

Sejarah Hari Janda Internasional dan Sosok Shrimati Pushpa Wati Loomba

Tren
WHO: Negara Miskin Kehabisan Stok Vaksin untuk Program Vaksinasi

WHO: Negara Miskin Kehabisan Stok Vaksin untuk Program Vaksinasi

Tren
Besok Ada Strawberry Supermoon, Cek Waktu Puncak dan Cara Melihatnya

Besok Ada Strawberry Supermoon, Cek Waktu Puncak dan Cara Melihatnya

Tren
UPDATE Corona 23 Juni: 5 Negara Kasus Tertinggi | WHO Prihatin dengan Pelonggaran di Euro 2020

UPDATE Corona 23 Juni: 5 Negara Kasus Tertinggi | WHO Prihatin dengan Pelonggaran di Euro 2020

Tren
Masjid dan Mushala Diharapkan Terdaftar di Kemenag, Apa Manfaatnya?

Masjid dan Mushala Diharapkan Terdaftar di Kemenag, Apa Manfaatnya?

Tren
[POPULER TREN] Penjelasan BMKG soal Suhu Dingin di Jakarta | Provinsi Kasus Corona Terbanyak

[POPULER TREN] Penjelasan BMKG soal Suhu Dingin di Jakarta | Provinsi Kasus Corona Terbanyak

Tren
Kasus Uang Rp 1,5 Juta Tiba-tiba Masuk Rekening Bukan dari Pinjol, Ini Klarifikasi PT Syaftraco

Kasus Uang Rp 1,5 Juta Tiba-tiba Masuk Rekening Bukan dari Pinjol, Ini Klarifikasi PT Syaftraco

Tren
Ivermectin Belum Teruji Klinis untuk Pengobatan Covid-19, Ini Faktanya

Ivermectin Belum Teruji Klinis untuk Pengobatan Covid-19, Ini Faktanya

Tren
Ramai “Google Terus Berhenti” di Ponsel Android, Ini Diduga Penyebabnya

Ramai “Google Terus Berhenti” di Ponsel Android, Ini Diduga Penyebabnya

Tren
Kronologi Nasabah Tiba-tiba Ditransfer Uang Rp 1,5 juta, Sempat Diduga dari Pinjol

Kronologi Nasabah Tiba-tiba Ditransfer Uang Rp 1,5 juta, Sempat Diduga dari Pinjol

Tren
Viral, Video 'Mobil Goyang' Saat Isi Bensin, Apa Sih Manfaatnya?

Viral, Video "Mobil Goyang" Saat Isi Bensin, Apa Sih Manfaatnya?

Tren
11 Poin Arahan Presiden soal Pengetatan PPKM Mikro 22 Juni-5 Juli 2021

11 Poin Arahan Presiden soal Pengetatan PPKM Mikro 22 Juni-5 Juli 2021

Tren
komentar
Close Ads X