Memohon Kemurahan Hati Presiden Jokowi

Kompas.com - 15/05/2021, 13:24 WIB
Seorang aktivis mengenakan topeng Presiden Jokowi saat aksi Kamisan ke-500 yang digelar oleh Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/7/2017). Dalam aksi bersama itu mereka menuntut komitmen negara hadir menerapkan nilai kemanusiaan dengan komitmennya menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat. ANTARA FOTO/FANNY OCTAVIANUSSeorang aktivis mengenakan topeng Presiden Jokowi saat aksi Kamisan ke-500 yang digelar oleh Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/7/2017). Dalam aksi bersama itu mereka menuntut komitmen negara hadir menerapkan nilai kemanusiaan dengan komitmennya menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat.

Setiap bulan Mei tiba, saya teringat kepada masa penderitaan lahir batin akibat malapetaka Tragedi Mei 1998 yang menyengsarakan bahkan membinasakan begitu bayak warga Indonesia sehingga sulit bisa terhapus dari benak mau pun sanubari saya.

Aksi Kamisan

Dan setiap hari Kamis di depan halaman Istana Merdeka ketika melihat Aksi Kamisan yang diselenggarakan para sanak keluarga para korban Tragedi Mei 1998 sejak 18 Januari 2007, lubuk sanubari saya dirundung belarasa duka atas derita sesama warga Indonesia di tanah air udara tercinta.

Sebagai warga yang syukur alhamdullilah dengan susah payah berhasil menembus kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata, dan darah menyelamatkan dua keponakan perempuan saya dari angkara murka kaum perusuh pada Tragedi Mei 1998 di Jakarta sepenuhnya saya dapat merasakan betapa perih sanubari para peserta Aksi Kamisan.

Baca juga: Kekerasan terhadap Perempuan, Peristiwa yang Terlupakan Saat Tragedi Mei 1998

Dapat dibayangkan betapa berat beban rasa derita sesama warga Indonesia yang kehilangan anak, istri, suami, dan sanak keluarga akibat kebengisan kaum huruharawan Mei 1998.

Permohonan

Sebenarnya tidak banyak yang diharapkan oleh para anggota Aksi Kamisan. Harapan para beliau hanya sederhana saja yaitu agar pemerintah Republik Indonesia berkenan resmi mengakui bahwa Tragedi Mei 1998 benar-benar telah terjadi di bumi Indonesia tercinta.

Baca juga: Aksi Kamisan: Panjang Umur Perjuangan Keluarga Korban!

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengakuan disertai harapan bahwa tragedi serupa tidak akan kembali terjadi di persada Nusantara nan indah permai berhias suasana Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Harapan para peserta Aksi Kamisan telah disampaikan langsung kepada Bapak Presiden Joko Widodo pada suatu kesempatan jumpa tatap muka di Istana Negara.

Kebetulan pada masa kampanye pilpres 2014, Joko Widodo juga sempat berjanji akan tuntas menyelesaikan permasalahan Mei 1998 yang menghantui peradaban bangsa Indonesia.

Maka dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri atas nama Kemanusiaan yang Adil dan Beradab memohon kemurahan hati Presiden Jokowi sebagai kepala negara Indonesia memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi berkenan memaklumatkan sebuah maklumat resmi kepresidenan bahwa prahara Mei 1998 merupakan peristiwa Tragedi Nasional yang senantiasa akan dikenang sepanjang masa oleh bangsa Indonesia sambil tentu diharapkan tidak akan pernah terjadi kembali di masa depan di Indonesia sebagai negeri gemah ripah loh jinawi, tata tenteram kerta raharja. Merdeka!


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X