Anwar Abbas: Kekejaman Israel Harus Dibalas dengan Perang Total

Kompas.com - 15/05/2021, 10:00 WIB
Kolase foto Wakil Ketua MUI Anwar Abbas (kiri) dan aparat kepolisian Israel menahan seorang pengunjuk rasa Palestina di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Senin (10/5/2021) (kanan). KOMPAS.com/DANI PRABOWO, XINHUA/JINIKolase foto Wakil Ketua MUI Anwar Abbas (kiri) dan aparat kepolisian Israel menahan seorang pengunjuk rasa Palestina di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada Senin (10/5/2021) (kanan).

KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menegaskan, Israel harus digempur total setelah sebelumnya secara bertubi-tubi membombardir wilayah Palestina.

Menurut Anwar, apa yang dilakukan Israel itu adalah suatu kekejaman dan harus direspons dengan tindakan nyata.

"Kesombongan dan kekejaman Israel memang harus dihadapi dengan cara konkret berupa perang total dengan menyerang Israel dari berbagai penjuru," kata dia dalam keterangannya dikutip Kompas.com, Sabtu (15/5/2021).

"Tidak saja oleh Hamas dari daerah Palestina tapi juga oleh Turki, Mesir dan Arab Saudi serta Iran dengan meluncurkan peluru-peluru kendali jarak menengah dan jarak jauh dari negara mereka," imbuh dia.

Baca juga: Mengenang Rachel Corrie, Pejuang Palestina yang Tewas Dilindas Buldoser Israel

Hentikan kekerasan di Palestina

Ketua PP Muhammadiyah ini juga menyatakan, serangan terhadap Israel harus terus-menerus dilakukan hingga negara pimpinan Benjamin Netanyahu itu menghentikan kekerasan terhadap Palestina.

Tak hanya itu, Israel pun harus menghormati kemerdekaan rakyat Palestina.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama itu tidak dilakukan dan tidak dipatuhi oleh Israel, maka tidak ada damai dan perdamaian dengan mereka," tegas Anwar.

Anwar mengatakan, Israel harus menghentikan segala bentuk penjajahan yang dilakukannya terhadap tanah dan rakyat Palestina, dan mereka harus menghormati nilai-nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.

"Dunia terutama dunia Islam tidak boleh berdiam diri, tapi juga menghancurkan ekonominya sampai mereka bisa menghormati bangsa lain serta tidak lagi sombong dan arogan seperti sekarang ini," ujar Anwar.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X