Tips Atasi Kolesterol, Hipertensi, Gula Darah Tinggi, dan Asam Urat

Kompas.com - 15/05/2021, 09:30 WIB
Ilustrasi diabetes shutterstockIlustrasi diabetes

KOMPAS.com - Mengkonsumsi makanan yang disukai memang salah satu aktivitas yang menyenangkan. Selain memenuhi nutrisi, menikmati makanan juga bisa untuk membangun mood. 

Namun tidak semua makanan yang dikonsumsi mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh. 

Kelebihan suatu makanan bisa berdampak buruk bagi kesehatan, misalnya gula, kolesterol jahat, dan lainnya.

Dampaknya, muncul penyakit seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, dan stroke.

Baca juga: Waspadai, Ini 7 Penyakit yang Biasa Muncul Setelah Lebaran!

Berikut tips untuk mengatasi kolesterol, hipertensi, gula darah tinggi, dan asam urat.

Kolesterol

Dilansir dari Medical News Today, (16/1/2019), seseorang dengan kadar kolesterol tinggi seringkali tidak menunjukan tanda atau gejala.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tetapi dengan melakukan pemeriksaan rutin dan tes darah rutin dapat membantu mendeteksi kadar kolesterol yang tinggi. Termasuk mengetahui kondisi kesehatan jantung. 

Mencegah kolesterol tinggi

Orang yang ingin mengurangi kadar kolesterol atau mempertahankan tingkat kolesterol normalnya bisa tercapai tergantung pada pola gaya hidupnya.

Ada 4 gaya gidup yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner, yakni:

  • Makan makanan jantung sehat, seperti gandum, biji-bijian, kacang polong, terong, minyak sayur, kacang-kacangan, buah-buahan, kedelai, ikan salmon/tuna, dan makanan yang tinggi serat.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari merokok
  • Usahakan mencapai berat badan yang sehat dan pertahankan.

Baca juga: Apakah Makanan Bersantan Bikin Kolesterol Naik?

 

Hipertensi

Ilustrasi tekanan darah tinggiSHUTTERSTOCK Ilustrasi tekanan darah tinggi

Dilansir dari Medical News Today, (22/7/2019), hipertensi atau tekanan darah tinggi menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan juga kematian.

Tekanan darah adalah kekuatan yang diberikan darah seseorang ke dinding pembuluh darah mereka.

Adapun tekanan ini bergantung pada ketahanan pembuluh darah dan seberapa keras jantung harus bekerja.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi, yakni:

  • Berolahraga teratur setidaknya 150 menit dengan intensitas sedang per minggunya
  • Mengurangi stres, bisa dengan mandi air hangat, yoga, atau meditasi
  • Hindari minuman beralkohol, merokok, dan makanan cepat saji
  • Tidak konsumsi garam berlebih, atau setidaknya konsumsi garam sebanyak 5 gram saja bagi penderita hipertensi
  • Perbanyak makan buah dan sayuran
  • Kontrol berat badan. 

Baca juga: INFOGRAFIK: Cara Kontrol Hipertensi Selain dengan Obat

Gula darah tinggi

Dilansir dari Medical News Today, (17/6/2020), diabetes merupakan suatu kondisi yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses glukosa darah, atau dikenal sebagai gula darah.

Tanpa pengelolaan yang hati-hati dan berkelanjutan, diabetes dapat menyebabkan penumpukan gula dalam darah, yang meningkatkan risiko komplikasi berbahaya, termasuk stroke dan penyakit jantung.

Tips latihan dan diet gula

Langkah-langkah yang dilakukan seseorang untuk menjalani gaya hidup penderita diabetes meliputi:

  • Makan diet tinggi makanan segar dan bergizi, termasuk biji-bijian, buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, produk susu rendah lemak, dan sumber lemak sehat, seperti kacang-kacangan.
  • Menghindari makanan tinggi gula yang memberikan kalori kosong, atau kalori yang tidak memiliki manfaat gizi lain, seperti soda manis, gorengan, dan makanan penutup tinggi gula.
  • Tidak minum minuman alkohol dalam jumlah berlebihan atau menjaga asupannya kurang dari satu gelas sehari untuk wanita atau dua gelas sehari untuk pria.
  • Melakukan setidaknya 30 menit latihan sehari setidaknya 5 hari dalam seminggu, seperti berjalan, aerobik, mengendarai sepeda, atau berenang.
  • Mengenali tanda-tanda gula darah rendah saat berolahraga, termasuk pusing, kebingungan, lemas, dan banyak berkeringat.

Selain itu, seseorang juga dapat mengambil langkah untuk mengurangi indeks massa tubuh (BMI), yang dapat membantu beberapa penderita diabetes tipe 2 mengelola kondisi tanpa obat.

Namun, dengan menargetkan penurunan berat badan yang lambat dan stabil lebih mungkin membantu seseorang mempertahankan manfaat kesehatan dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara Mencegah, Deteksi Dini, dan Faktor Risiko Penyakit Diabetes

KOMPAS.com/AKbar Bhayu Tamtomo Infografik: 9 Makanan yang Dihindari Penderita Hipertensi

 

Asam urat

Ilustrasi gejala asam uratUnsplash Ilustrasi gejala asam urat

Melansir Kompas.com, (7/4/2020), tingginya kadar asam urat (hiperurisemia) dalam darah menyebabkan rasa nyeri/ngilu tak tertahankan, sendi membengkak, bahkan dalam beberapa kasus menyebabkan rasa panas.

Biasanya, gejala asam urat tinggi muncul di persendian jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki.

Berikut cara mengontrol kadar asam urat agar tidak melambung tinggi:

  • Membatasi konsumsi protein antara 50-70 gram per hari
  • Menambah konsumsi karbohidrat kompleks (pilihannya bisa beras merah, ubi, singkong, atau roti gandum) sebanyak 100 gram sehari
  • Menyesuaikan asupan dan kebutuhan energi
  • Mengurangi konsumsi lemak
  • Konsumsi air putih lebih banyak atau sekitar 2,5 liter per hari
  • Hindari minum minuman beralkohol. 

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 12 Makanan Pantangan Asam Urat


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.