Serba-serbi Ketupat: Sejarah, Cara Membuat, dan Tips agar Tak Cepat Basi

Kompas.com - 13/05/2021, 17:05 WIB
ilustrasi bungkus ketupat. SHUTTERSTOCK ANJASARI/LAOFIATI PUTRI ilustrasi bungkus ketupat.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Lebaran menjadi salah satu momen yang ditunggu umat Islam di seluruh dunia.

Sejumlah hidangan pun disajikan saat Lebaran tiba, tak terkecuali ketupat. Makanan ini telah ada sejak zaman dahulu.

Melansir Kompas.com, 20 Mei 2020, ketupat berasal dari masa hidup Sunan Kalijaga, pada masa syiar Islam abad XV hingga XVI.

“Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya sekaligus filosofi Jawa yang berbaur dengan nilai keislaman,” kata sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung Fadly Rahman.

Dituliskan, dalam Islam hidangan ini menjadi ikon saat Lebaran dicocokkan dengan nilai keislaman oleh Sunan Kalijaga.

Baca juga: Jadwal Operasional Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI Selama Libur Lebaran 1442 H

Makna ketupat

Ketupat, yang disebut kupat oleh masyarakat Jawa dan Sunda, memiliki arti ngaku lepat atau mengakui kesalahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Simbolisasi lain dari ketupat yakni laku papat atau empat laku, yang juga melambangkan empat sisi dari ketupat.

Sunan Kalijaga membaurkan pengaruh Hindu pada nilai keislaman, sehingga menjadi akulturasi yang padu antara keduanya.

Baca juga: Ramai soal Masuknya WNA di Tengah Larangan Mudik, Ini Kata Satgas Covid-19

Fadly juga tidak memungkiri bahwa ketupat bisa jadi berasal dari zaman Hindu-Buddha di Indonesia.

“Secara tertulis dalam prasasti yang diteliti oleh para ahli, tak disebut secara spesifikasi merujuk ke ketupat, tetapi indikasi makanan beras yang dibungkus nyiur sudah dilakukan sebelum masa pra-islam,” ujar dia.

Pada zaman pra-Islam, bahan makanan nyiur dan beras dijadikan sebagai sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai makanan oleh masyarakat zaman itu.

Selain itu, masyarakat di Bali sampai sekarang menggunakan tipat atau ketupat dalam ritual ibadah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X