Kompas.com - 12/05/2021, 20:31 WIB
Ilustrasi puasa Ramadhan Pixabay/ChiplanayIlustrasi puasa Ramadhan

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menggelar sidang isbat penentuan 1 Syawal 1442 H pada Selasa (11/5/2021).

Hasil dari sidang tersebut, awal Syawal atau Idul Fitri ditetapkan atau jatuh pada Kamis (13/5/2021).

Memasuki bulan Syawal atau bulan ke-10 dalam kalendar Hijriah, umat Islam disunahkan untuk menjalankan ibadah puasa Syawal selama 6 hari.

Meski aturannya sama, tidak boleh makan dan minum semenjak terbit hingga tergelincirnya matahari, namun puasa ini tidak bersifat wajib layaknya puasa Ramadhan.

Baca juga: Imbauan Epidemiolog soal Shalat Idul Fitri Berjemaah

Lalu bagaimana ketentuan puasa sunah yang satu ini?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Niat

Niat puasa sunah Syawal tidak harus diucapkan pada malam hari atau saat sahur sebagaimana puasa Ramadhan.

Melansir laman NU (28/5/2020), orang yang pada malam hari tidak niat puasa Syawal, akan tetapi di pagi atau siang harinya ia berniat menjalankan puasa Syawal, maka boleh-boleh saja meniatkannya secara mendadak.

Dengan catatan, hingga pagi atau siang itu ia belum makan atau minum dan melakukan hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Niat tersebut cukup dilafalkan dalam hati, dan tidak perlu diucapkan secara lisan sudah dianggap sah.

Baca juga: Jadwal Operasional Perusahaan Ekspedisi Selama Libur Lebaran 2021

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X