Kompas.com - 07/05/2021, 12:30 WIB
Putu Aribawa, pelaku pengumpat pengunjung lain di salah satu mal di Surabaya karena pakai masker ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANPutu Aribawa, pelaku pengumpat pengunjung lain di salah satu mal di Surabaya karena pakai masker ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (4/5/2021).

KOMPAS.com - Media sosial tengah ramai mengenai pelabelan "Duta Masker" dan "Duta Covid-19" pada dua orang yang melanggar protokol kesehatan.

Diketahui, seorang pemuda yang viral karena bertindak arogan dan mencopot masker yang dipakai pria, dinobatkan sebagai "Duta Masker" oleh warga setempat.

Adapun pilihan menjadi "Duta Masker" dilakoninya agar ia tidak menjalani proses hukum akibat tindakan arogan sebelumnya.

Baca juga: Update Covid-19 di Indonesia: Pulau Jawa Kembali Masuk Zona Merah, Mana Saja?

Selain itu, penobatan "Duta Covid-19" diberikan kepada Putu Aribawa, pria pengumpat pengunjung mal bermasker yang viral di media sosial.

Bahkan, Putu mengaku masih belum percaya dengan adanya virus corona atau Covid-19 yang saat ini tengah mewabah.

Pelabelan "Duta" ini menjadi kontroversi lantaran orang yang dinobatkannya merupakan pelanggar protokol kesehatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mengenal 3 Varian Baru Virus Corona yang Diduga Lebih Menular dan Sudah Masuk ke Indonesia

Lantas, bagaimana tanggapan pengamat soal viralnya embel-embel "Duta" bagi mereka yang tidak taat pada aturan?

Menanggapi hal itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Brawijaya, Anang Sudjoko mengatakan bahwa pelabelan "Duta" pada dua pelanggar protokol kesehatan dinilai sebagai bentuk-bentuk komunikasi pelabelan yang boros atau superficial communication.

"Pelabelan ini memang diharapkan mampu menjadi role model dalam mendorong kesadaran masyarakat untuk mematuhi prokes yakni bermasker," ujar Anang saat dihubungi Kompas.com, Kamis, (6/5/2021).

Menurut Anang, keefektifan pelabelan "Duta" ini ditunggu saja seberapa kuat energi penegak atau pemberi label ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X