Kompas.com - 01/05/2021, 13:00 WIB
Ilustrasi hoaks KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah video yang menyebutkan adanya penyekatan arus lalu lintas pemudik Lebaran 2021, beredar di aplikasi chat WhatsApp.

Dalam video yang beredar itu, penyekatan arus lalu lintas dilakukan di Gerbang Tol Pejagan Ruas Jalan Tol Kanci-Pejagan.

Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Video yang beredar itu merupakan video penyekatan arus lalu lintas pemudik Lebaran 2020.

Pihak Manajemen Operasi Ruas Tol Kanci Pejagan telah mengonfirmasi, sampai saat ini kondisi arus lalu lintas di Gerbang Tol Pejagan masih normal tanpa penyekatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Narasi yang beredar

Informasi tersebut beredar di aplikasi chat WhatsApp dalam bentuk video yang telah cukup banyak di-forward.

Dengan durasi tak sampai semenit, video tersebut merekam aktivitas petugas sedang menutup Gerbang Tol Pejagan.

Selain itu, terdapat pula audio yang menjelaskan bahwa Tol Kanci-Pejagan ditutup untuk pengendara dari arah Jakarta menuju ke Jawa Tengah.

Tangkapan layar video beredar di WhatsApp memperlihatkan penyekatan Gerbang Tol Pejagan. Video disebut diambil menjelang Lebaran 2021Screenshot Tangkapan layar video beredar di WhatsApp memperlihatkan penyekatan Gerbang Tol Pejagan. Video disebut diambil menjelang Lebaran 2021

Penelusuran Kompas.com

Untuk mengetahui kebenaran video tersebut, tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video dan menelusurinya menggunakan fitur pencarian gambar di situs Yandex.

Hasilnya, ditemukan sejumlah link media sosial yang mengunggah video serupa.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Kompas.com
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X