Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Pendidikan Nasional 2021: Sejarah, Tema, dan Link Download Logo

Kompas.com - 01/05/2021, 10:45 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau disingkat dengan Hardiknas.

Di tahun ini, Hardiknas akan jatuh pada Minggu (2/5/2021), masih di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti tahun lalu.

Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Surat Edaran Mendikbud Nomor: 27664/MPK.A/TU.02.03/2021 menyampaikan sejumlah imbauannya terkait peringatan Kemdikbud di tahun 2021 ini.

Baca juga: May Day 2021, Hari Buruh 1 Mei, dan Sejarah Haymarket Riot

Upacara Hardiknas 2021

Pertama, Kemdikbud akan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas juga minimalis, dan dengan protokol kesehatan pada Minggu (2/5/2021) pukul 08.00 WIB.

Untuk segenap instansi dan satuan pendidikan baik yang ada di pusat, luar negeri, maupun daerah diperkenankan menyelenggarakan upacara peringatan Hardiknas 2021 secara tatap muka, terbatas dan minimalis, dengan protokol kesehatan, apabila berada di zona kuning atau hijau.

Sementara instansi dan satuan pendidikan yang ada di zona merah atau oranye, diimbau untuk mengikuti jalannya upacara peringatan secara daring melalui kanal YouTube Kemendikbud RI atau saluran TV Edukasi dari rumah masing-masing.

Baca juga: Cara Mendapatkan Subsidi Listrik PLN Bulan Mei 2021

Sejarah Hardiknas

Secara singkat, penetapan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional diambil dari hari kelahiran tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara.

Sosok tokoh asal Yogyakarta ini meninggalkan begitu banyak warisan bagi dunia pendidikan nasional, mengutip Kompas.com (2/5/2020).

Salah satu yang terkenal adalah semboyannya yang berbunyi:

"Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani", yang artinya "Di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan).

Semboyan tersebut hingga saat ini masih digunakan dalam sistem pendidikan di Tanah Air, misalnya "Tut wuri handayani" yang dituliskan di dalam logo Kemendikbud.

Tidak hanya semboyan, Ki Hajar Dewantara di sepanjang hidupnya juga telah memperjuangkan hak belajar kaum Pribumi di masa penjajahan Belanda dengan mendirikan lembaga Taman Siswa di Jogja.

Di sana, masyarakat yang semula kesulitan mengakses pendidikan kini bisa sama-sama merasakan luasnya samudera ilmu sebagaimana didapatkan oleh kelompok bangsawan.

Dengan begitu, bangku pendidikan yang semula tidak mungkin terjangkau oleh kalangan Pribumi mulai bisa dinikmati.

Baca juga: 3 Semboyan Ki Hajar Dewantoro

Tema

Ilustrasi siswa SDShutterstock Ilustrasi siswa SD

Tema Hardiknas 2021 yang diambil oleh Kemendikbud adalah "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar".

Seperti diketahui, "Merdeka Belajar" merupakan tema besar dari kebijakan pendidikan yang diangkat oleh Menteri Nadiem Makarim sejak ditunjuk menjadi Mendikbud oleh Presiden Jokowi, Oktober lalu.

Di dalam konsep itu, terdapat 4 program yakni:

  1. Penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai uji kompetensi siswa yang bisa dilakukan dengan cara ujian tertulis maupun penilaian lain yang lebih komprehensif;
  2. Penghapusan Ujian Nasional (UN) di tahun 2021 dan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter;
  3. Menyederhanakan atau memangkas sejumlah komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan
  4. Peraturan PPDB Zonasi digunakan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah.

Baca juga: Pencegahan Covid-19, Google Doodle Hari Ini Bermasker dan Jaga Jarak

Link download logo

Ada pun logo khusus untuk peringatan Hardiknas tahun ini berupa logo berbentuk menyerupai 2 hati yang tersambung sehingga menyerupai bentuk bintang. Di sekelilingnya terdapat 5 lingkaran.

Jika dilihat dengan lebih seksama, logo dengan gradasi 3 warna, biru, hijau, dan kuning itu menggambarkan 5 orang yang bergandengan dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi.

Logo ini akan disertakan dalam setiap agenda offline juga unggahan media digital yang berkenaan dengan peringatan Hardiknas 2021.

Untuk itu, bagi pihak yang membutuhkan logo Hardiknas 2021 dapat mengunduhnya di laman www.kemdikbud.go.id.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh jika Selalu Tidur dengan Kipas Angin

Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh jika Selalu Tidur dengan Kipas Angin

Tren
Alasan Kucing Sering Menjilati Kaki Depannya Setelah Makan

Alasan Kucing Sering Menjilati Kaki Depannya Setelah Makan

Tren
Sejumlah Wilayah Adakan Pemungutan Suara Ulang, Apakah KPPS Dapat Gaji Tambahan?

Sejumlah Wilayah Adakan Pemungutan Suara Ulang, Apakah KPPS Dapat Gaji Tambahan?

Tren
Jadi Bencana Kedua Terbanyak di Indonesia, Bisakah Puting Beliung Diprediksi?

Jadi Bencana Kedua Terbanyak di Indonesia, Bisakah Puting Beliung Diprediksi?

Tren
Mengenal Tren 'Hurkle-durkle', Rebahan di Kasur yang Banyak Diperbincangkan di TikTok

Mengenal Tren "Hurkle-durkle", Rebahan di Kasur yang Banyak Diperbincangkan di TikTok

Tren
Kenapa Bisa Terjadi Angin Puting Beliung? Berikut Faktor Penyebabnya

Kenapa Bisa Terjadi Angin Puting Beliung? Berikut Faktor Penyebabnya

Tren
Begini Strategi Prabowo-Gibran Wujudkan Program Makan Siang Gratis

Begini Strategi Prabowo-Gibran Wujudkan Program Makan Siang Gratis

Tren
Satelit Eropa Seberat 2.290 Kg Jatuh di Samudra Pasifik Usai 30 Tahun Mengembara di Luar Angkasa

Satelit Eropa Seberat 2.290 Kg Jatuh di Samudra Pasifik Usai 30 Tahun Mengembara di Luar Angkasa

Tren
Kisah WNI yang Anaknya Dapat Makan Siang Gratis di Jepang: Dipantau Ahli Gizi dan Bisa Pilih Makanan Halal

Kisah WNI yang Anaknya Dapat Makan Siang Gratis di Jepang: Dipantau Ahli Gizi dan Bisa Pilih Makanan Halal

Tren
Berkaca dari Fenomena Rancaekek dan Jatinangor, Bagaimana Potensi Puting Beliung ke Depan?

Berkaca dari Fenomena Rancaekek dan Jatinangor, Bagaimana Potensi Puting Beliung ke Depan?

Tren
Makan Wortel Terlalu Banyak Disebut Bikin Kulit Kuning, Begini Kata Dokter

Makan Wortel Terlalu Banyak Disebut Bikin Kulit Kuning, Begini Kata Dokter

Tren
Media Asing Soroti Puting Beliung yang Terjang Jatinangor dan Rancaekek, Sebut sebagai Angin Terkuat di Indonesia

Media Asing Soroti Puting Beliung yang Terjang Jatinangor dan Rancaekek, Sebut sebagai Angin Terkuat di Indonesia

Tren
BMKG Sebut Angin Kencang di Rancaekek adalah 'Small Tornado', Apa Bedanya dengan Tornado?

BMKG Sebut Angin Kencang di Rancaekek adalah "Small Tornado", Apa Bedanya dengan Tornado?

Tren
Terbang Perdana Hari Ini, Cek Rute Pesawat Pikachu Jet Garuda Indonesia

Terbang Perdana Hari Ini, Cek Rute Pesawat Pikachu Jet Garuda Indonesia

Tren
Apa Itu Hak Angket DPR? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Apa Itu Hak Angket DPR? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com