Memohon Penundaan Pembangunan Ibu Kota

Kompas.com - 28/04/2021, 09:43 WIB
Foto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR. Kompas.com/Fitria Chusna FarisaFoto tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden: konsep desain ibu kota baru Nagara Rimba Nusa, pemenang sayembara Kementerian PUPR.

SAYA memahami niat positif dan konstruktif terkandung di dalam rencana pembangunan ibukota baru berdasar panca alasan.

Positif-konstruktif

Alasan pertama: pembangunan ibukota baru termasuk di dalam program pembangunan infrastruktur yang sudah dicanangkan sejak 2014 oleh Presiden Jokowi.

Baca juga: Menteri PPN Harap Peletakan Batu Pertama Pembangunan Ibu Kota Baru Dapat Dilaksanakan Saat Ramadhan Ini

 

Alasan kedua: pembangunan ibukota baru potensial membuka lapangan kerja di dalam negeri selama lapangan kerja yang terbuka tidak diberikan kepada tenaga kerja asing.

Alasan ketiga: pembangunan ibukota baru membuka kesempatan profit bagi para investor, pengembang, arsitek, produsen bahan bangunan, ahli tata kota dan segenap unsur bisnis terkait pembangunan infrastruktur.

Alasan keempat: pembangunan ibukota baru di luar pulau Jawa menghapus kesan pembangunan Jawa sentris.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan kelima: ibukota baru merupakan kebanggaan monumental yang akan diwariskan ke anak cucu cicit kita semua

Baca juga: Kepala Bappenas Pastikan Titik Nol Istana Negara di Ibu Kota Baru

Pagebluk Corona

Mujur tak bisa diraih, malang tak bisa ditolak di luar dugaan mendadak sejak awal 2020 pagebluk Corona melanda dunia melumpuhkan mekanisme penggerak ekonomi seluruh dunia termasuk Indonesia.

Pagebluk Corona yang masih belum berakhir pada saat naskah ini ditulis terbukti telah menghadirkan prahara resesi ekonomi yang harus dijaga ketat agar jangan sampai menjadi depresi ekonomi seperti pada tahun 30an abad XX yang terbukti disusul malapetaka Perang Dunia II.

Fakta membuktikan kondisi kesehatan dan kebugaran ekonomi Indonesia telah mengalami kemerosotan cukup drastis sebagai dampak kemelut angkara murka pagebluk Corona.

Rakyat miskin

Yang paling menderita akibat resesi ekonomi sedang merundung persada Nusantara adalah rakyat miskin. Rakyat yang sudah miskin makin miskin.

Baca juga: Bangun Ibu Kota Baru, Uang Makan Pekerjanya Sehari Bisa Rp 7,5 Miliar

 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X