Kompas.com - 27/04/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi donor darah. ilustrasiIlustrasi donor darah.

KOMPAS.com - Puasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya bagi setiap muslim.

Selain menahan lapar dan dahaga, juga wajib menahan hawa nafsu.

Nah, ada beberapa hal seperti memasukkan sesuatu ke rongga tubuh dan lainnya yang bisa membatalkan puasa.

Lantas, bagaimana hukumnya jika mendonasikan darah? Apakah juga membatalkan puasa? 

Berikut ini penjelasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca juga: Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan dari MUI

Penjelasan MUI

Ketua Bidang Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan, donasi darah diperbolehkan saat puasa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tidak membatalkan puasa,” kata Cholil saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/4/2021) siang.

Ia menjelaskan, hal yang membatalkan puasa yakni memasukkan sesuatu ke pencernaan atau lubang lurusan ke pencernaan.

“Kalau keluar dari diri kita, asalkan menurut dokter itu sehat, tidak bermasalah, sehingga tidak membahayakan dirinya, dipersilakan untuk melakukannya,” tutur Cholil.

Dikutip dari Nahdlatul Ulama, donasi darah yang dilakukan dengan proses injeksi di bagian tangan tidak dapat membatalkan puasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X