Update Corona India: AS dan Inggris Kirim Ventilator dan Bahan Vaksin

Kompas.com - 26/04/2021, 16:30 WIB
Petugas kesehatan bersiap untuk mengambil dari jenazah ambulans enam orang yang meninggal karena Covid-19 untuk dikremasi, di New Delhi, India, Senin (19/4/2021). AP PHOTO/ MANISH SWARUPPetugas kesehatan bersiap untuk mengambil dari jenazah ambulans enam orang yang meninggal karena Covid-19 untuk dikremasi, di New Delhi, India, Senin (19/4/2021).

KOMPAS.com - Amerika Serikat dan Inggris segera mengirimkan bantuan ventilator dan bahan vaksin ke India yang tengah memerangi gelombang kedua pandemi Covid-19.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, pasokan pertama dari sembilan peti kemas maskapai penerbangan dari Inggris, termasuk ventilator dan konsentrator oksigen, direncanakan tiba di India Selasa (27/4/2021) pagi.

Pihaknya juga berjanji untuk memberi bantuan India semaksimal mungkin.

Baca juga: Situasi India Saat Ini: Orang-orang Sekarat, Kondisi Tak Terkendali...

Bantuan AS dan negara Eropa

Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan sedang membuat bahan produksi vaksin, terapi, tes, ventilator, dan peralatan pelindung yang segera tersedia untuk India.

Namun, mereka tidak menyebutkan apakah akan mengirim vaksin AstraZeneca yang saat ini sedang surplus di AS.

Selama empat hari berturut-turut, India memecahkan rekor dunia kasus Covid-19 harian yang mengakibatkan penuhnya rumah sakit dan krematorium.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lonjakan dalam beberapa hari terakhir memaksa keluarga pasien meminta pasokan oksigen dan lokasi tempat tidur rumah sakit yang tersedia melalui media sosial.

Negara berpenduduk 1,3 miliar itu telah menjadi hotspot terbaru dari pandemi yang telah menewaskan lebih dari tiga juta orang.

"Dia terengah-engah, kami melepas masker wajahnya dan dia menangis dan berkata 'selamatkan saya, tolong selamatkan saya'," kata seorang warga bernama Mohan Sharma, dikutip dari AFP, Senin (26/4/2021).

"Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya melihatnya mati," sambungnya.

Perancis, Jerman, dan Kanada juga telah menjanjikan dukungan kepada India.

Baca juga: Update Corona Dunia 26 April: 10 Negara dengan Kasus Terbanyak | Situasi di India

Penyebab tsunami Covid-19

Pemerintah India menghadapi kritik yang meningkat karena mengizinkan pertemuan massal di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir.

Jutaan orang juga diketahui menghadiri festival keagamaan dan demonstrasi politik yang menimbulkan kerumunan massa.

Liga Premier India juga berada di bawah tekanan, setelah surat kabar terkemuka menangguhkan liputan atas keputusan IPL untuk tetap bermain kriket selama gelombang terbaru.

Foto pada 23 April 2021 menunjukkan tim medis membawa pasien setelah kebakaran di Rumah Sakit Covid-19 Vijay Vallabh di Virar, dekat Mumbai, India. Saat ini, India berjibaku melawan gelombang kedua virus corona yang begitu cepat penularannya.AP PHOTO/Rajanish Kakade Foto pada 23 April 2021 menunjukkan tim medis membawa pasien setelah kebakaran di Rumah Sakit Covid-19 Vijay Vallabh di Virar, dekat Mumbai, India. Saat ini, India berjibaku melawan gelombang kedua virus corona yang begitu cepat penularannya.

Baca juga: Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog

Kritikan oposisi

Pada Minggu (25/4/2021), Twitter mengonfirmasi bahwa mereka menahan lusinan tweet, termasuk dari anggota parlemen oposisi atas permintaan pemerintah.

Twit itu berisi kritikan terhadap pemerintah atas penanganan virus corona.

Pemerintah menggunakan Undang-Undang Teknologi Informasi Tahun 2000 dalam permintaannya.

"Saat kami menerima permintaan hukum yang sah, kami meninjaunya berdasarkan Peraturan Twitter dan hukum setempat," kata juru bicara Twitter.

"Jika konten melanggar aturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dari layanan. Jika ditetapkan sebagai ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Aturan Twitter, kami dapat menahan akses ke konten tersebut hanya di India," sambungnya.

Baca juga: Penyebab Tsunami Covid-19 di India: dari Mutasi Virus hingga Pelonggaran Prokes


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.