Update Corona India: AS dan Inggris Kirim Ventilator dan Bahan Vaksin

Kompas.com - 26/04/2021, 16:30 WIB
Foto pada 23 April 2021 menunjukkan tim medis membawa pasien setelah kebakaran di Rumah Sakit Covid-19 Vijay Vallabh di Virar, dekat Mumbai, India. Saat ini, India berjibaku melawan gelombang kedua virus corona yang begitu cepat penularannya. AP PHOTO/Rajanish KakadeFoto pada 23 April 2021 menunjukkan tim medis membawa pasien setelah kebakaran di Rumah Sakit Covid-19 Vijay Vallabh di Virar, dekat Mumbai, India. Saat ini, India berjibaku melawan gelombang kedua virus corona yang begitu cepat penularannya.

Perancis, Jerman, dan Kanada juga telah menjanjikan dukungan kepada India.

Baca juga: Update Corona Dunia 26 April: 10 Negara dengan Kasus Terbanyak | Situasi di India

Penyebab tsunami Covid-19

Pemerintah India menghadapi kritik yang meningkat karena mengizinkan pertemuan massal di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir.

Jutaan orang juga diketahui menghadiri festival keagamaan dan demonstrasi politik yang menimbulkan kerumunan massa.

Liga Premier India juga berada di bawah tekanan, setelah surat kabar terkemuka menangguhkan liputan atas keputusan IPL untuk tetap bermain kriket selama gelombang terbaru.

Baca juga: Varian Virus Corona di India Disebut Bisa Lolos Tes PCR, Ini Kata Epidemiolog

Kritikan oposisi

Pada Minggu (25/4/2021), Twitter mengonfirmasi bahwa mereka menahan lusinan tweet, termasuk dari anggota parlemen oposisi atas permintaan pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Twit itu berisi kritikan terhadap pemerintah atas penanganan virus corona.

Pemerintah menggunakan Undang-Undang Teknologi Informasi Tahun 2000 dalam permintaannya.

"Saat kami menerima permintaan hukum yang sah, kami meninjaunya berdasarkan Peraturan Twitter dan hukum setempat," kata juru bicara Twitter.

"Jika konten melanggar aturan Twitter, konten tersebut akan dihapus dari layanan. Jika ditetapkan sebagai ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Aturan Twitter, kami dapat menahan akses ke konten tersebut hanya di India," sambungnya.

Baca juga: Penyebab Tsunami Covid-19 di India: dari Mutasi Virus hingga Pelonggaran Prokes

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.