[HOAKS] Chip Microsoft Dimasukkan ke Vaksin Covid-19 Pfizer

Kompas.com - 26/04/2021, 12:10 WIB
Tangkapan layar hoaks vaksin Pfizer diperbarui dengan chip Microsoft Screenshot Facebook: Wallang PerraTangkapan layar hoaks vaksin Pfizer diperbarui dengan chip Microsoft
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Sebuah unggahan di media sosial Facebook menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech, menyisipkan chip komputer buatan Microsoft di dalamnya.

Unggahan tersebut menyebutkan, chip Microsoft dimasukkan ke dalam vaksin untuk mengurangi efek samping yang muncul pasca-vaksinasi.

Dengan tambahan chip tersebut, vaksin Pfizer disebutkan dapat mengurangi efek kelelahan dan nyeri pasca-vaksinasi, serta meningkatkan kepekaan indera penerima vaksin.

Dari penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Unggahan yang beredar itu mengutip artikel yang dimuat di website TheStonkMarket, sebuah web yang menyatakan dengan jelas bahwa artikel-artikelnya tidak boleh ditelan mentah-mentah..

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam keterangan website itu, tertulis bahwa TheStonkMarket.com adalah situs berisi artikel-artikel satir mengenai industri keuangan dan pasar modal.

Tujuan utama dari situs tersebut adalah membuat artikel yang bersifat humor dan satir, serta diharapkan bisa membuat harga saham naik.

Narasi yang beredar

Informasi tersebut disebarkan di Facebook oleh akun bernama Wallang Perra.

Adapun informasi tersebut diunggah di grup publik bernama The Voice Of Mul, Baiyer & Lumusa pada Rabu (14/4/2021).

Berikut narasi selengkapnya (diterjemahkan ke bahasa Indonesia):

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X