Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semboyan Wira Ananta Rudira Trending di Twitter, Ini Asal Usulnya

Kompas.com - 25/04/2021, 14:15 WIB
Nur Fitriatus Shalihah,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Pulau Bali pada Sabtu (24/4/2021).

Tak berselang lama, tagar "Wira Ananta Rudira" menjadi trending di Twitter, Minggu (25/4/2021).

Hingga Minggu siang, sudah ada lebih dari 20.100 twit tentang Wira Ananta Rudira. Warganet menulis puisi perpisahan untuk mengantar kepergian para awak kapal selam KRI Nanggala-402 ini.

Baca juga: Waspadai Pencurian Data KTP untuk Pinjaman Online, Berikut Cara Melindunginya

Beberapa diantaranya sebagai berikut:

Bagaimana asal usul semboyan Wira Ananta Rudira?

Tentang semboyan Wira Ananta Rudira

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono menjelaskan "Wira Ananta Rudira" adalah motto Korps Kapal Selam.

"Motto Wira Ananta Rudira diusulkan Laksma TNI (Purn) R P Poernomo yang pernah menjabat sebagai Komandan Sekolah Kapal Selam pertama pada 1959," ungkap Julius pada Kompas.com, Minggu (25/4/2021)

Dia menjelaskan, Wira Ananta Rudira berarti "Tabah Sampai Akhir". Motto itu resmi digunakan Korps Kapal Selama sejak 16 Maret 1961.

Baca juga: [HOAKS] KRI Nanggala-402 Sudah Bisa Dihubungi

Julius mengatakan menurut Poernomo semboyan Tabah Sampai Akhir harus dimiliki setiap personel Korps Kapal Selam Indonesia, sebab mereka orang yang tabah.

Berikut beberapa makna tabah menurut Poernomo:

  1. Tidak akan takut karena berani,
  2. Tidak akan menyerah karena ulet,
  3. Tidak akan terburu-buru karena sabar,
  4. Tidak akan kehilangan karena tenang,
  5. Tidak akan mundur karena teguh.

Julius mengatakan semboyan ini digaungkan setiap saat, seperti saat apel pagi, saat berada di dalam kapal ketika akan berlayar, dan sebagainya. Semboyan ini juga tertempel di dinding dan tempat-tempat lainnya.

"Setiap kesatuan punya semboyan masing-masing, untuk memberikan rasa bangga, semangat, loyalitas, dan dedikasi yang tinggi," imbuhnya.

Baca juga: 4 Fakta Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402, dari Lokasi hingga Kronologi

Mewakili korps kapal selam

Melansir Kontan, Minggu (25/4/2021) dalam buku 50 Tahun Pengabdian Hiu Kencana 1959-2009 disebutkan bahwa Poernomo mendapatkan satu kata yang dapat mewakili semua sifat korps kapal selam yaitu tabah.

Mengutip Harian Kompas, 22 April 2021, KRI Nanggala 402 tenggelam bersama 53 orang di dalamnya setelah berpatroli selama 40 tahun di perairan Indonesia.

KRI Nanggala 402 adalah kapal selam tipe 209 buatan Howaldt Deutsche Werke (HDW), Kiel, Jerman Barat.

KRI Nanggala-402 memiliki berat selam 1.395 ton, dengan dimensi panjang 59,5 meter, lebar 6,3 meter, dan tinggi 5,5 meter.

Kapal selam itu menggunakan empat mesin diesel elektrik, 1 shaft yang menghasilkan 4.600 shaft horsepower (SHP), sehingga sanggup berpacu di dalam air hingga kecepatan 21,5 knot.

 Baca juga: 4 Kapal Selam di Dunia yang Sempat Hilang dan Berhasil Ditemukan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Tren
Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Tren
Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Tren
Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Tren
Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Tren
Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Tren
Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Tren
5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

Tren
Ahli Deteksi Kebangkitan Lubang Hitam 1 Juta Kali Massa Matahari, Apa Dampaknya?

Ahli Deteksi Kebangkitan Lubang Hitam 1 Juta Kali Massa Matahari, Apa Dampaknya?

Tren
Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Bukan Lulusan Akpol tapi Jadi Jenderal

Kapolda Jateng Ahmad Luthfi, Bukan Lulusan Akpol tapi Jadi Jenderal

Tren
'Expressive Writing', Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum

"Expressive Writing", Mengatasi Kecemasan Berbicara di Depan Umum

Tren
Luhut Ingin Bentuk 'Family Office' untuk Konglomerat, Apa Itu?

Luhut Ingin Bentuk "Family Office" untuk Konglomerat, Apa Itu?

Tren
9 Artis Masuk Bursa Pilkada 2024, Siapa Saja?

9 Artis Masuk Bursa Pilkada 2024, Siapa Saja?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com