Kompas.com - 25/04/2021, 11:45 WIB
FOTO ARSIP - Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014). ANTARA FOTO/Eric Ireng/rwa. ERIC IRENGFOTO ARSIP - Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014). ANTARA FOTO/Eric Ireng/rwa.

KOMPAS.com - Kapal Selam milik TNI AL KRI Nanggala-402 yang dinyatakan hilang kontak atau Submiss sejak Rabu (21/4/2021) pagi, kini statusnya ditingkatkan menjadi Subsunk atau tenggelam.

Pernyataan soal status tenggelam KRI Nanggala-402 disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam konferensi pers, Sabtu (24/4/2021), dari Markas Komando TNI AU Lanud Ngurah Rai Bali, yang disiarkan melalui akun YouTube Puspen TNI.

"Dengan adanya bukti-bukti otentik yang ini diyakini adalah milik KRI Nanggala sehingga pada saat ini kami isyaratkan untuk dari sub-miss, kami tingkatkan menuju fase sub-sunk," kata Yudo.

Baca juga: 5 Fakta soal KRI Nanggala-402, Dijuluki Monster Bawah Laut hingga Dinyatakan Tenggelam

Bukti-bukti yang dimaksud adalah sejumlah barang temuan yang diduga kuat berasal dari KRI Nanggala-402.

Bukti itu di antaranya pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, kris untuk pelumas periskop kapal selam, alas shalat ABK, spons penahan panas, dan tumpahan solar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah selanjutnya

Setelah dinyatakan sub-sunk dan "On Eternal Patrol", apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh TNI AL dan tim gabungan?

TNI AL dan semua unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan KRI Nanggala-402 masih akan terus melakukan upaya-upaya lainnya.

Langkah yang akan dilakukan di antaranya mempersiapkan evakuasi medis untuk kemungkinan adanya anak buah kapal (ABK) yang ditemukan selamat.

"Pada sub-sunk nanti akan kami siapkan untuk evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan masih ada yang selamat. Kami evakuasi baik di Surabaya atau di Banyuwangi akan kita lakukan untuk proses berikutnya," ujar Yudo.

Baca juga: Spesifikasi Pesawat AS P8 Poseidon di Misi Pencarian KRI Nanggala-402

Selain itu, tim gabungan juga akan terus memastikan di mana titik keberadaan kapal selam KRI Nanggala ini meskipun sejumlah tanganan dihadapi oleh tim.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X