Catatkan Rekor Dunia Kasus Harian Covid-19 Tertinggi, Rumah Sakit di India Kirim SOS

Kompas.com - 25/04/2021, 07:29 WIB
Petugas kesehatan dan kerabat membawa jenazah korban COVID-19 untuk dikremasi di sebuah krematorium di Jammu, India, Jumat, 23 April 2021. AP PHOTO/CHANNI ANANDPetugas kesehatan dan kerabat membawa jenazah korban COVID-19 untuk dikremasi di sebuah krematorium di Jammu, India, Jumat, 23 April 2021.

KOMPAS.com - India melaporkan 346.786 kasus infeksi harian pada Sabtu (24/4/2021), rekor kasus harian tertinggi dunia dalam tiga hari berturut-turut.

Dengan demikian, negara itu mencatat hampir 1 juta kasus infeksi dalam tiga hari.

India berada dalam cengkeraman gelombang kedua pandemi Covid-19, dengan satu kematian setiap empat menit di Delhi ketika sistem kesehatan kekurangan dana.

Baca juga: Strain Baru Mutasi Corona Triple B.1.618 Ditemukan di India, Diduga Lebih Menular

Kematian akibat Covid-19 di seluruh India naik 2.624 selama 24 jam terakhir, dikutip dari Reuters, Sabtu (24/4/2021).

Di Rumah Sakit Jaipur Golden, Delhi, 20 orang meninggal dalam semalam karena kekurangan oksigen.

Pemerintah menyebutkan, pihaknya mengerahkan kereta api dan angkatan udara untuk mengangkut pasokan ke daerah yang terkena dampak paling parah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, situasi di India adalah pengingat tentang apa yang dapat dilakukan oleh virus corona.

Awal tahun ini, Pemerintah India yakin telah berhasil mengalahkan virus tersebut.

Namun sejak saat itu, gejolak baru meletus setelah munculnya varian-varian baru dan kegiatan massal, seperti festival Kumbh Mela.

Baca juga: Epidemiolog: Usulan Kemenkes agar WN India Dilarang Masuk Tepat, Harus Segera

Pesan SOS untuk oksigen

Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).AP Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021).
Rumah sakit di Delhi telah memperingatkan bahwa mereka berada di titik puncak. Di Holy Family Hospital, unit perawatan intensif penuh dan tidak ada ruang yang tersedia.

"Hampir setiap rumah sakit terancam. Jika oksigen habis, tidak ada kelonggaran bagi banyak pasien," kata Dr Sumit Ray, dikutip dari BBC, Sabtu (24/4/2021).

"Dalam beberapa menit, mereka akan mati. Anda dapat melihat pasien-pasien ini menggunakan ventilator, mereka membutuhkan oksigen aliran tinggi. Jika oksigen berhenti, kebanyakan dari mereka akan mati," lanjut dia.

Rumah sakit lain telah mengeluarkan pesan SOS untuk oksigen yang berkurang hingga 30 menit.

Rumah Sakit Moolchand yang memiliki 135 pasien Covid-19, menyebutkan, semua rumah sakit di daerah itu berada dalam situasi yang sama.

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Melonjak Drastis, 6 Negara Batasi Perjalanan

"Kami telah mempekerjakan semua staf malam kami untuk memastikan kami menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa," kata direktur medis Moolchand Madhu Handa.

Ia mengatakan, rumah sakit telah berhenti menerima pasien sampai situasinya teratasi.

Pada Jumat (23/4/2021), Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal memohon pasokan oksigen dalam sebuah siaran langsung TV.

"Semua pabrik oksigen negara harus segera diambil alih oleh pemerintah melalui tentara," ujarnya.

"Oksigen, oksigen, dapatkah Anda memberikan saya oksigen? Saya bangun pagi ini karena menerima panggilan telepon yang menyedihkan dari seorang guru sekolah, yang suaminya sedang berjuang di rumah sakit," kata Avind.

Direktur kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan, mengurangi penularan di India akan menjadi tugas yang sangat sulit.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X