Kompas.com - 21/04/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi hoaks. KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com – Di media sosial TikTok dan Facebook beredar video serta informasi yang menyebutkan bahwa penduduk dunia akan mengungsi ke Indonesia sebagai dampak tabrakan Asteroid 2021 PDC dengan Bumi.

Dalam informasi yang beredar juga disebutkan bahwa wilayah yang terkena dampak asteroid adalah Eropa, Amerika Utara, dan sebagian Afrika.

Sementara, Indonesia akan menjadi tempat yang paling aman.

Dari konfirmasi yang dilakukan Kompas.com, ada yang salah dipahami dalam informasi tersebut. Asteroid PDC 2021 tidak benar-benar ada.

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Dr. Rhorom Priyatikanto, M.Si, mengatakan, Asteroid PDC 2021 merupakan asteroid fiktif dan bagian dari simulasi dalam rangka latihan kesiapsiagaan menghadapi malapetaka antariksa.

Narasi yang beredar

Unggahan yang menyebutkan Indonesia akan menjadi tempat pengungsian  masyarakat dunia beredar di media sosial Facebook dan TikTok.

Disebutkan bahwa Indonesia menjadi tempat aman dari dampak Asteroid 2021 PDC yang akan menabrak Bumi.

Salah satu pengguna yang mengunggah informasi tersebut di Facebook adalah akun Iskandar Zulkarnain.

Berikut narasi unggahannya:

“Sebagian Besar Penduduk Dunia Akan Mengungsi ke Indonesia, Dampak Tabrakan Asteroid 2021 PDC dan Bumi

Parama Ghaly

Indonesia bakal diserbu jutaan pengungsi dari Eropa, Amerika Utara dan sebagian Afrika terkait ledakan asteroid. Para ahli ruang angkasa menemukan asteroid 2021 PDC yang diperkirakan menabrak Bumi dan Indonesia merupakan wilayan paling aman.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X