Kompas.com - 20/04/2021, 18:30 WIB
Chocolate oatmeal cookies Dok Artotel SemarangChocolate oatmeal cookies

KOMPAS.com- Menjelang lebaran, dapur-dapur akan dipenuhi wangi aroma adonan cookies atau kue kering

Toples-toples akan mulai keluar juga dari lemari-lemari kayu. Akan dicuci dan dibersihkan, untuk siap menerima isian berupa putri salju, nastar, kastengels, oatmeal cookies, dan masih banyak lagi.

Kue kering atau kuker gampang dipelajari resep pembuatannya. Bahan-bahannya pun banyak tersebar di swalayan atau toko-toko roti.

Meski gampang diolah, sembari melihat panduan buku resep, namun kesalahan dalam memilih bahan dan cara penyimpanan bisa menurunkan kualitas kue yang ada.

Untuk itu tak ada salahnya Anda melongok tips berikut ini agar bisa meningkatkan kualitas kuker yang akan Anda olah. 

Tips ini menyeluruh, dari pemilahan bahan, pengolahan hingga penyimpanan. Jika mengadaptasi tips yang benar, Anda akan mendapatkan kue kering yang lebih renyah, lebih gurih, dan tentu saja, lebih awet ketika disimpan.

Baca juga: Rekomendasi Suhu Panggang Kue Kering agar Kue Matang Anti Gagal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tips mengolah kue kering

Untuk membuat kue kering, Anda harus cermat sedari awal, sedari memilih bahan-bahan baku. Begitu tips yang disampaikan oleh Chef Wahyu Aji Priyambodo dari Artotel Semarang.

1. Siapkan terigu protein tinggi 

Anda bisa menggunakan beragam terigu yang ada di toko bahan roti. Mulai dari terigu protein sedang hingga terigu protein tinggi.

Namun untuk mendapatkan kue kering yang teksturnya renyah, lebih baik gunakan terigu protein tinggi. Tips ini untuk seluruh jenis kue kering, baik nastar ataupun kastengels.

2. Kuatkan di butter

Sebenarnya, komposisi utama kue kering varian apapun hanyalah terigu, butter dan telur. Namun untuk mendapatkan tekstur yang lebih gurih dan renyah, sebaiknya perbanyak atau perkuat takaran di butter.

Butter untuk membuat kue keringPixabay/CongerDesign Butter untuk membuat kue kering

Untuk telur sendiri, Chef Aji biasanya hanya membutuhkan 1 butir telur saja, "Karena guna telur itu hanya untuk mengikat adonan, sehingga sebutir telur saja sudah cukup, baik telur ayam negeri atau ayam kampung," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (20/04/2021) siang. 

Baca juga: Cara Simpan Butter Cream, Bisa Tahan sampai 3 Bulan 

3. Tambah baking soda

Untuk mendapatkan kue kering yang renyah dan bertekstur crunchy, Anda bisa menambahkan sedikit baking soda ke dalam adonan. 

Takaran baking soda cukup seujung sendok teh atau kira-kira sebanyak 5 gram saja.

"Selain membuat crunchy, baking soda juga bisa membuat umur simpan kuker lebih lama alias lebih awet," ujar Chef Aji.

4. Stabilkan suhu

Setelah adonan diuleni, jangan langsung dicetak. Lebih baik masukkan dulu adonan ke dalam lemari pendingin selama kurang lebih 30 menitan.

Sesudah didinginkan, adonan kue kering bisa dicetakUnsplash/Kari Shea Sesudah didinginkan, adonan kue kering bisa dicetak

Biarkan suhu adonan jadi stabil dan teksturnya menjadi sedikit lebih keras, tidak lembek, sehingga lebih mudah untuk dicetak dan dibentuk. 

Baca juga: Bedanya Air Fryer dan Oven, Seperti Apa Hasil Masakannya?

5. Panaskan oven

Ketika sudah selesai dicetak, panaskan dulu oven, biarkan suhunya stabil di sekitar 150 derajat celcius. 

Setelah oven stabil, baru masukkan adonan dan panggang selama kurang lebih 15 hingga 20 menitan saja. 

Untuk memanggang kue kering jangan menggunakan suhu terlalu panas karena akan membuat lapisan luar kue kering mudah gosong. 

Suhu paling tepat adalah di rentang 150 hingga 160 derajat celcius. 

6. Tunggu dingin

Setelah kue kering matang dan mengeluarkan bau harum, keluarkan dari loyang dan dinginkan dulu dengan cara diangin-anginkan.

Dinginkan kuker baru masukkan ke dalam toplesUnsplash/Joshua Bedford Dinginkan kuker baru masukkan ke dalam toples

Jangan langsung menyimpannya di dalam toples dalam keadaan panas, karena uap panas yang mengandung air bisa membuat kue kering melempem.

Baca juga: 10 Tips Membuat Nastar dan Kue Kering Lain Pakai Oven Anti Gagal

7. Siapkan toples kaca

Sementara itu, cuci dan bersihkan toples kaca dari sisa-sisa cemilan masa lalu. Toples harus benar-benar bersih agar tak mencemari kue kering.

Chef Aji sendiri menyarankan untuk menyimpan kue kering dalam toples kaca ketimbang toples plastik. Karena toples kaca memiliki tutup lebih rapat, dan toples kaca juga tidak berbau seperti toples plastik.

8. Beri kantong silika

Setelah kue kering dingin, maka masukkan dan tata rapi di dalam toples kaca yang sudah disiapkan. 

Menyimpan kue kering dalam toples kaca.Unplash/Anna Peipina Menyimpan kue kering dalam toples kaca.

Jangan lupa beri kantong silika untuk menjaga kadar air dan kelembaban yang ada di dalam toples.

Kantong silika efektif menyerap kelembaban dan kadar air yang ada di sekitarnya.

Dengan cara pengolahan dan penyimpanan seperti ini, dijamin kue kering Anda akan memiliki citarasa lebih gurih dan crunchy, dengan umur penyimpanan bisa sampai satu bulan lamanya.

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Saat Tak Sengaja Menelan Gel Silika 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.