Mengapa India Gagal Cegah Gelombang Kedua Covid-19 yang Mematikan?

Kompas.com - 20/04/2021, 14:57 WIB
India melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh.
AP PHOTO/RAJESH KUMAR SINGHIndia melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh.

KOMPAS.com - Selama enam hari berturut-turut, India melaporkan kasus harian infeksi Covid-19 melebihi 200.000 kasus.

Terbaru, 259.170 kasus baru dilaporkan pada Selasa (20/4/2021) dengan 1.761 kasus kematian baru.

Lonjakan kasus di India ini mungkin akibat dari kegagalan pemerintah dalam mencegah gelombang kedua Covid-19.

Glorifikasi penurunan kasus sejak September 2020 dan vaksinasi Covid-19, membuat mereka lengah dan mengizinkan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa.

Baca juga: Gejala Baru Covid-19 Saat Terjadi Gelombang Kedua di India, Apa Saja?

Dikutip dari BBC, Senin (19/4/2021), pada awal Maret 2021, Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan menyatakan, negara itu berada di ujung peperangan melawan pandemi virus corona.

Vardhan juga memuji kepemimpinan Perdana Menteri Narendra Modi sebagai contoh bagi dunia dalam kerja sama internasional. Sebab, India terus mengirimkan vaksin ke negara-negara asing sejak Januari 2021 sebagai bagian dari diplomasi vaksin.

Optimisme tak terkendali Vardhan didasarkan pada penurunan tajam infeksi yang dilaporkan.

Sejak puncak rata-rata lebih dari 93.000 kasus per hari pada pertengahan September, infeksi terus menurun.

Pada pertengahan Februari 2021, India menghitung rata-rata 11.000 kasus sehari. Rata-rata kematian harian akibat Covid-19 juga turun hingga di bawah 100.

Euforia dalam memberantas virus itu telah terbangun sejak akhir tahun lalu. Politisi, pembuat kebijakan, dan bagian dari media percaya bahwa India benar-benar keluar dari masalah.

Baca juga: Gelombang Kedua Corona di India: Rumah Sakit dan Krematorium Kewalahan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X