Kompas.com - 19/04/2021, 16:28 WIB
Siklon tropis Surigae yang berbentuk gambar hati tertangkap oleh satelit Himawari-8 pada 16 April 2021. BMKG/HimawariSiklon tropis Surigae yang berbentuk gambar hati tertangkap oleh satelit Himawari-8 pada 16 April 2021.

ESCAP/WMO Typhoon Committee | www.typhooncommittee.org Klasifikasi Siklon Tropis
Mengapa siklon bisa menjadi taifun?

Miming menjelaskan, peningkatan suatu sistem siklon menjadi tingkatan berikutnya dapat terjadi karena adanya kondisi dinamika atmosfer yang sangat mendukung kondisi tersebut.

"Beberapa dinamika atmosfer-laut yang berperan itu seperti suhu muka laut yang hangat, yang dapat menjadi bahan bakar utama peningkatan sistem sikon tropis," ujar Miming.

"Atau bisa juga ada faktor lain seperti aktivitas dinamika atmosfer lainnya, seperti gelombang rossby, gelombang kelvin, bahkan MJO (Madden-Jullian Oscillation)," kata dia.

Miming mengatakan, bahaya dari kemunculan suatu badai atau bahkan taifun adalah memicu terjadinya hujan ekstrem, angin kencang, gelombang ekstrem, dan storm surge atau kenaikan muka air laut karena aktivitas siklon.

"Dampak bencananya bisa banjir/bandang, longsor, kerusakan bangunan/lingkungan," kata Miming.

Baca juga: Siklon Surigae Berkembang Jadi Super Taifun, Apa Dampak ke Indonesia?

Pengaruh super taifun bagi Indonesia

Dari pantauan BMKG, Minggu (18/4/2021) pukul 12.00 WIB, meski sudah bergerak menjauh, Super Thypoon Surigae secara tidak langsung masih tetap memiliki dampak cuaca bagi Indonesia dalam 24 jam ke depan (Senin, 19/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampak tersebut berupa potensi hujan dengan intesitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang di wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, dan Papua Barat.

Dampak lain adalah gelombang laut dengan ketinggian beragam.

Tinggi gelombang 1.25-2.5 meter berpeluang terjadi di:

  • Perairan Kalimantan Utara
  • Selat Makassar bagian utara
  • Laut Sulawesi
  • Perairan utara Sulawesi
  • Perairan selatan Kep. Sangihe
  • Perairan Kep. Sitaro
  • Perairan Bitung- Likupang
  • Perairan selatan Sulawesi Utara
  • Laut Maluku
  • Perairan Kep. Halmahera
  • Laut Halmahera
  • Perairan utara Papua Barat
  • Perairan Biak hingga Jayapura
  • Samudra Pasifik utara Papua

Tinggi Gelombang 2.5-4.0 meter berpeluang terjadi di:

  • Perairan utara Kep. Sangihe
  • Perairan Kep.Talaud
  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Tinggi

Gelombang 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di:

  • Samudra Pasifik utara Halmahera

Siklon tropis dengan kekuatan besar seperti Surigae ini terbentuk dari perairan laut yang sangat hangat dan gelombang MJO (Madden-Jullian Oscillation).

Kombinasi ini juga lah yang menyebabkan terjadinya siklon Seroja yang menyebabkan bencana banjir dan longsor parah di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Baca juga: Waspada Siklon Tropis Surigae, Apa Dampaknya ke Wilayah Indonesia?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X