Kompas.com - 19/04/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi uang/ upah minimum UMK UMP / UMR Jakarta 2021 KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi uang/ upah minimum UMK UMP / UMR Jakarta 2021

KOMPAS.com - Jelang Ramadhan dan Idul Fitri, mulai marak jasa penukaran uang.

Mereka menawarkan jasa penukaran dari uang lama ke uang yang baru.

Namun, masyarakat perlu lebih hati-hati terhadap jasa penukaran yang tak resmi.

Warga juga diimbau lebih teliti lagi terhadap peredaran uang palsu.

Berikut ini cara mengecek uang asli dan palsu.

Baca juga: Layanan Penukaran Uang untuk Lebaran Dibuka hingga 11 Mei 2021, Tidak Melayani Perorangan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Cara cek keaslian uang

Keaslian uang rupiah bisa dilakukan dengan cara 3D, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang.

Berikut ini cara mengecek keaslian uang melansir Indonesia.go.id:

1. Dilihat

Langkah pertama adalah melihat perubahan warna benang pengaman pada uang.

Lihat benang pengaman pada pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000, atau perisai logo Bank Indonesia (BI) pada pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, dan Rp 20.000.

Cari juga angka berubah warna yang tersembunyi pada pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan Rp 10.000, serta gambar tersembunyi berupa tulisan BI dan angka.

2. Diraba

Langkah berikutnya adalah meraba permukaan uang.

Pada uang rupiah asli, akan terasa kasar pada sejumlah bagian mata uang.

Uang asli saat disentuh akan terasa kasar pada bagian gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA, dan tulisan BANK INDONESIA.

Bagi penyandang tuna netra yang bisa meraba kode tuna netra (blind code).

Terdapat kode yang bisa diraba di sisi kiri dan kanan untuk mengenali nominal dan keaslian uang rupiah.

3. Diterawang

Setelah dilihat dan diraba, langkah berikutnya adalah mengangkat uang dan mengarahkannya pada cahaya.

Ketika diterawang, akan ditemukan gambar pahlawan, atau gambar ornamen pada peceahan tertentu, dan logo BI yang akan terlihat utuh.

Baca juga: Mengapa Masih Ada yang Percaya Penipuan Bermodus Penggandaan Uang?

Uang palsu

Ketika menerima uang palsu, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Pertama, tidak membelanjakan uang palsu yang diterima.
  • Kedua, menyerahkan uang palsu yang diterima ke kantor bank terdekat untuk dimintakan klarifikasi kepada Bank Indonesia, atau mengajukan permohonan klarifikasi ke kantor Bank Indonesia terdekat.
  • Ketiga, melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan uang kepada kantor polisi terdekat.

Uang yang tidak berlaku

Sebagai tambahan, terdapat beberapa jenis uang rupiah yang sudah dinyatakan tidak berlaku atau tidak dapat digunakan lagi, oleh Bank Indonesia.

Berikut ini adalah jenis uang rupiah yang tak lagi berlaku mulai 1 Januari 2019:

  1. Rp 10.000 Tahun Emisi (TE) 1998 (gambar muka pahlawan nasional Cut Nyak Dhien).
  2. Rp 50.000 TE 1999 (Gambar muka WR Soepratman).
  3. Rp 20.000 TE 1998 (Gambar muka Ki Hajar Dewantara)
  4. Rp 100.000 TE 1999 (Gambar muka Ir Soekarno dan Mohammad Hatta berbahan Polymer).

BANK INDONESIA Uang Rupiah yang Tidak Berlaku Mulai 1 Januari 2019


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X