Kompas.com - 16/04/2021, 20:10 WIB
Ilustrasi minum air putih. PEXELS/KAROLINA GRABOWSKAIlustrasi minum air putih.

KOMPAS.com – Minum air putih seringkali dianjurkan sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan tubuh.

Selama ini, yang diketahui, idealnya minum air putih minimal 8 gelas sehari untuk membantu terpenuhinya kebutuhan cairan di dalam tubuh.

Di bulan Ramadhan ini, bagaimana mengatur kecukupan konsumsi air putih saat puasa?

Haruskah kita berpatokan dengan minum 8 gelas sehari selama bulan Ramadhan?

Dokter Ahli Gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M. Hum, mengatakan, patokan minum air putih sebenarnya tidak harus didasarkan pada aturan 8 gelas sehari.

Baca juga: 5 Makanan dan Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setelah Olahraga

“Sebab 8 gelas pun tergantung orangnya. Cewek berbadan mungil, beda dong sama cowok berbadan tinggi kekar (kebutuhannya)” ujar Tan dihubungi Kompas.com, Jumat (16/4/2021).

Selain itu, menurut dia, minum 8 gelas sehari juga harus mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing orang.

Ia mencontohkan, pada orang yang mengalami gangguan ginjal. Orang yang mengalami gangguan ginjal perlu berhati-hati dalam mengatur konsumsi air putih sesuai dengan rekomendasi dokter.

Cermati warna air seni

Dr Tan lebih menyarankan agar melihat kecukupan konsumsi air putih dengan melihat warna air saat buang air kecil.  

“Saya sih patokannya lebih mudah, minum sampai pipis jernih atau kuning muda,” ujar Tan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X