Kompas.com - 15/04/2021, 07:01 WIB
Tangkapan layar unggahan soal pencairan insentif bulan Mei yang disebut cair pada April 2021. FacebookTangkapan layar unggahan soal pencairan insentif bulan Mei yang disebut cair pada April 2021.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

Akan tetapi, percepatan pembayaran insentif tersebut dilakukan sesuai bulan berjalan.

"Kami memang mempercepat pembayaran insentif tapi sesuai bulan berjalan. Jadi, insentif Mei tidak mungkin dibayarkan bulan April," ujar Louisa saat dihubungi Kompas.com, Minggu, (11/4/2021). 

"Artinya, pembayaran insentif yang dijadwalkan di bulan April, sampai 30 April, akan dibayarkan lebih awal," lanjut dia.

Louisa mengatakan, pembayaran insentif yang dijadwalkan pada bulan Mei akan tetap dibayar pada bulan Mei.

Ia juga menjelaskan, pencairan insentif tidak berhubungan dengan gelombang.

Insentif akan dijadwalkan setelah peserta menyelesaikan pelatihan pertamanya, mendapat sertifikat, serta telah memberikan rating dan ulasan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bisa saja peserta gelombang 14 mendapat jadwal lebih cepat dari peserta gelombang 12 karena dia cepat menyelesaikan pelatihannya," ujar Louisa.

Dana insentif diberikan kepada penerima Prakerja yang telah menyelesaikan pelatihan pertama.

Insentif diberikan secara non-tunai, dengan cara ditransfer ke rekening bank atau akun e-wallet yang telah didaftarkan.

Insentif terdiri dari dua, yakni:

  • Insentif biaya mencari kerja, sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan
  • Insentif pengisian survei evaluasi, sebesar Rp 50.000 per survei sebanyak tiga kali

Kesimpulan

Berdasarkan konfirmasi Tim Cek Fakta KOmpas.com, informasi pencairan insentif untuk bulan Mei yang cair pada bulan April 2021 adalah tidak tepat.

Pihak Prakerja memang mempercepat pencairan, tetapi pencairan insentif dilakukan sesuai dengan bulan berjalan.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X