Sejarah Kemenristek yang Akan Dilebur dengan Kemendikbud

Kompas.com - 12/04/2021, 12:10 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam MoU Kemenristek/BRIN dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) secara virtual, Senin (28/9/2020). Tangkapan layar Zoom KemenristekMenristek Bambang Brodjonegoro saat memberikan sambutan dalam MoU Kemenristek/BRIN dengan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) secara virtual, Senin (28/9/2020).

KOMPAS.com - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) akan dilebur menjadi satu dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Selain itu juga akan dibentuk kementerian baru, yakni Kementerian Investasi.

Diberitakan Kompas.com, keputusan tersebut diambil saat Rapat Paripurna DPR pada Jumat (9/4/2021).

Dalam rapat tersebut, diputuskan bahwa Kemenristek dan Kemendikbud akan dilebur menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek).

Peleburan dan pembentukan kementerian baru itu sesuai dengan hasil keputusan Badan Musyawarah (Bamus) yang membahas surat dari Presiden Joko Widodo mengenai pertimbangan pengubahan kementerian.

Adapun persetujuan DPR ini sesuai dengan ketentuan pada UU Nomor 39 Tahun 2019 tentang Kementerian Negara yang mengatur bahwa pengubahan sebagai akibat pemisahan atau penggabungan kementerian dilakukan dengan pertimbangan DPR.

Baca juga: Ramai soal Sertifikat Tanah Asli Bakal Ditarik BPN, Ini Penjelasan Kementerian ATR

Berikut sejarah Kementerian Riset di Indonesia:

1. Dibentuk di era Soekarno

Mengutip Kompaspedia, kementerian yang membidangi riset dan teknologi dibentuk pertama kali pada era Kabinet Kerja III di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno.

Kementerian tersebut dibentuk pada 6 Maret 1962, dengan nama Kementerian Negara Urusan Riset Nasional.

Menteri pertama adalah Soedjono Djoened Poesponegoro yang menjabat pada tiga periode Kabinet (Kabinet Kerja III, Kabinet Kerja IV, dan Kabinet Dwikora) atau sejak 6 Maret 1962 – 22 Februari 1966.

Baca juga: Mengenang Kelahiran Soekarno, Sosok dan Ajarannya

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X