Kompas.com - 11/04/2021, 18:05 WIB
Ilustrasi klarifikasi KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi klarifikasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Beredar unggahan di media sosial berisi foto dokumen berkop Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam unggahan itu, disebutkan bahwa proses pembuatan vaksin Covid-19 AstraZeneca menggunakan zat babi.

Dari penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, diketahui bahwa informasi tersebut membutuhkan penjelasan lebih lanjut karena ada konteks yang dihilangkan, sehingga berpotensi salah tafsir.

LPPOM MUI memang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca dalam prosesnya mengandung bahan babi, tetapi MUI memperbolehkan penggunaan penggunaan vaksin tersebut.

Salah satu alasannya adalah memenuhi kondisi darurat syari.

Narasi yang beredar

Adalah akun Aisha Maharani yang mengunggah informasi itu pada 6 April 2021 di media sosial Facebook.

Berikut isi unggahan selengkapnya:

Penggunaan zat babi dalam prosesnya
Vaksin Astrazeneca

Tangkapan layar unggahan Facebook berisi keterangan vaksin Covid-19 AstraZeneca mengandung babi Tangkapan layar unggahan Facebook berisi keterangan vaksin Covid-19 AstraZeneca mengandung babi

Penelusuran Kompas.com

Potongan dokumen yang diunggah di Facebook itu memang benar bagian dari surat penjelasan MUI terkait penggunaan tripsun asal babi pada proses pembuatan vaksin AstraZeneca.

Dalam surat itu, dijelaskan penggunaan bahan asal babi pada tahap penyiapan inang virus dan penyiapan bibit vaksin rekombinan.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X