Kompas.com - 11/04/2021, 17:28 WIB
Warga melihat kondisi rumahnya yang rubuh akibat gempa di Desa Kali Uling, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). Sekitar ratusan rumah warga di wilayah itu rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR yang terjadi di Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa. ANTARA FOTO/Zabur KaruruWarga melihat kondisi rumahnya yang rubuh akibat gempa di Desa Kali Uling, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021). Sekitar ratusan rumah warga di wilayah itu rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR yang terjadi di Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4). ANTARA FOTO/Zabur Karuru/rwa.

Perbedaan gempa megathrust dengan gempa benioff

Daryono menjelaskan , suatu gempa disebut megathrust jika berpusat di bidang kontak antar lempeng dengan kedalaman kurang dari 45-50 km.

Selain itu, gempa megathrust juga memiliki subduksi yang masih landai, belum menukik.

"Sementara, untuk sumber gempa yang sudah di bawah kontak maka slab menukik, di sini disebut zona benioff," ujar Daryono.

"Gempa di Jawa Timur di bawah kontak kuncian utama yakni di kedalaman 80 km," lanjut dia.

Baca juga: Gempa Malang dan Jawaban Mengapa Indonesia Sering Dilanda Gempa Bumi

Gempa yang terjadi di Malang memiliki spektrum guncangan yang luas dan dirasakan hingga daerah Banjarnegara di barat dan Bali di timur.

Daryono mengatakan, adanya spektrum guncangan yang luas ini berkaitan dengan hiposenter gempanya yang cukup dalam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski di Jawa banyak gunung berapi, Daryono menyebutkan, gempa ini mempunyai kemungkinan sangat kecil untuk dapat memicu aktifnya gunung api, kecuali gunung api tersebut memang sedang aktif.

"Jika gunung api sedang tidak aktif maka gempa tektonik akan sulit mempengaruhi aktivitas vulkanisme," ujar Daryono.

Selain itu, Daryono juga mengunggah grafik rentang perbedaan kedalaman antara gempa megathrust dengan gempa zona benioff melalui akun Twitternya, @DaryonoBMKG.

"Ini adalah diagram slab lempeng di zona subduksi untuk memberikan batas di mana gempa Megathrust dan di mana gempa Benioff, untuk dipahami," tulis Daryono dalam twit.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X