Serangan Jantung Akibat Gangguan Listrik

Kompas.com - 08/04/2021, 10:24 WIB
Ilustrasi penyakit jantung. SHUTTERSTOCKIlustrasi penyakit jantung.

SUDAH dua cincin dihadirkan di dalam pembuluh darah saya akibat serangan jantung. Ternyata serangan jantung disebabkan oleh gangguan arus listrik di dalam tubuh saya.

Arus listrik

Memang sel-sel tubuh manusia berfungsi untuk mengendalikan arus aliran listrik terutama pada sistem syaraf untuk mengirim sinyal dari seluruh bagian tubuh ke otak dan sebaliknya yang memungkinkan manusia untuk merasa, berpikir dan bergerak.

Aneka unsur di dalam tubuh manusia seperti sodium, postasium, kalsium, magnesium mengandung daya elektrikal.

Nyaris segenap sel di dalam tubuh manusia dapat mendayagunakan ion untuk memproduksi arus listrik. Kandungan di dalam sel dilindungi terhadap faktor eksternal oleh membran terbentuk oleh lipid menghadirkan perbatasan yang hanya substansi tertentu mampu menembus demi masuk ke bagian dalam sel.

Membran sel bukan hanya berfungsi sebagai pertahanan terhadap molekul eksternal namun juga sebagai pembangkit arus listrik melalui kutub negatif di dalam sel dengan kutub positif di luar sel akibat ketidakseimbangan antara ion negatif dan positif di dalam dan di luar sel.

Arus masuk dan ke luar ion melalui membran merupakan sumber tenaga listrik di dalam tubuh manusia termasuk saya. Gangguan terhadap arus listrik di dalam tubuh manusia menyebabkan gangguan penyakit lahiriah mau pun batiniah.

Termasuk agar jantung mampu memompa darah secara konsekuen dan konsisten mutlak dibutuhkan kemampuan dan kemauan sel mempoduksi arus elektrikal yang menggerakkan pompa jantung untuk berdebar secara perpetuum mobile tepat dan benar pada waktunya.

Maka peralatan elektrokardiogram atau EEG dapat membantu dokter mengamati denyut jantung yang mengatur arus listrik di dalam tubuh manusia demi mengambil tindakan yang tepat dan benar untuk preventif, promotif mau pun kuratif terhadap serangan jantung.

Kagum

Meski dapat mengerti penjelasan saintifik tentang peran dan fungsi listrik di dalam tubuh manusia sebagai jawaban atas pertanyaan apa dan bagaimana namun tidak menjawab pertanyaan kenapa maka saya tetap tak mampu berhenti kagum atas Kemahakuasaan Yang Maha Kuasa.

Selama merasa kagum belum dilarang undang-undang, meski dicemooh dungu oleh kaum atheis, saya tetap nekat merasa kagum terhadap Kemahakuasaan Yang Maha Kuasa yang mampu menciptakan segenap benda dan tak-benda di alam semesta termasuk listrik di dalam tubuh manusia yang terbukti mampu menghadirkan, merawat, melanjutkan mau pun menghentikan kehidupan umat manusia.

Sel mengendalikan lalu lintas arus listrik melalui membran dengan protein yang bersemayam di permukaan sel serta membuka pintu untuk dilewati ion-ion. Sang Protein sel disebut sebagai kanal ion menstimulasi kutub positif untuk masuk ke dalam sel melalui kanal ion.

Suasana di dalam sel menjadi lebih bersifat positif potensial memicu arus listrik menjadi enerji elektrikal yang mengendalikan seluruh gerak, pikiran serta perilaku manusia termasuk saya.

Menurut keyakinan sanubari saya segenap mukjizat itu mustahil terjadi tanpa perkenan Yang Maha Kuasa.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X