Kompas.com - 08/04/2021, 06:29 WIB

KOMPAS.com - Sebuah unggahan yang menampilkan pohon dan buah pisang raksasa, viral di media sosial Twitter. 

Pohon dan buah pisang tersebut memiliki ukuran yang berbeda pada umumnya. 

Gambar pisang raksasa ini diunggah oleh akun Twitter @herry_wl pada Selasa (6/4/2021). Ia menyertakan narasi bahwa pisang ini bernama Musa ingens dan berasal dari Papua.

Baca juga: Video Viral Hewan Mirip Cacing Keluarkan Cairan seperti Akar, Ini Kata Peneliti LIPI

Sampai pada Rabu (7/4/2021) pukul 20.00, unggahan ini mendapat 1,1 ribu like dan 305 retweet.

Apa itu pisang Musa ingens? 

Penjelasan LIPI

Keberadaan pisang raksasa di Papua dibenarkan oleh peneliti di Pusat Penelitian Biologi, bagian penelitian dan pemuliaan pisang Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yuyu Suryasari.

"Pohonnya betul itu. Pohonnya benar dan itu memang tinggi besar, saya pernah lihat, saya pernah eksplorasi ke Papua dan ada," kata Yuyu, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/4/2021).

Meski pohon raksasa memang ada, tetapi Yuyu meragukan foto buah pisang yang diunggah di media sosial tersebut.

"Tapi buahnya itu tidak benar itu. Buah yang sesungguhnya, Musa ingens itu berbiji, seperti halnya pisang-pisang lainnya yang berbiji," jelasnya.

Baca juga: Viral Editan Foto Pengantin Bersama Ayah yang Sudah Meninggal Dunia, Ini Ceritanya


Termasuk pisang liar

Yuyu menjelaskan, pisang Musa ingens berasal dari famili tumbuhan pisang atau Musaceae.

Terdapat dua kategori famili pisang yang secara garis besar ada di dunia, yaitu pisang budidaya dan pisang liar.

"Nah di evolusinya, pisang budidaya itu dari pisang liar," ucap Yuyu.

Musa ingens termasuk pisang liar dan bukan dari budidaya atau rekayasa genetik. Sama seperti jenis pisang lainnya, Musa ingens masuk dalam famili Musaceae. Genusnya pun sama, hanya saja sectionnya yang berbeda.

Section berbeda ini memiliki kromosom dasar yang berbeda pula.

"Kalau Musa ingens ini belum pernah kami teliti tapi dia pisang liar dan jumlah kromosom dasarnya X=7. Beda dengan pisang budidaya, Musa acuminata dan Musa balbisiana memiliki kromosom X=11," terang Yuyu.

Baca juga: Video Viral Erling Haaland Disebut Pernah Jadi Santri di Tegalrejo, Ini Cerita Sebenarnya

Penyebab ukurannya yang besar

Perbedaan kromosom inilah yang bisa jadi penyebab mengapa ukuran pohon Musa ingens lebih besar dari pohon pisang pada umumnya.

"Tinggi banget, mungkin mencapai 15 meter ya. Seingat saya tidak ada yang lebih besar dari itu. Kalau saya lihat sih," tutur Yuyu.

Yuyu juga membenarkan bahwa Musa ingens memang benar berasal dari Papua.

"Papua Nugini, Papua, tempatnya memang di situ," katanya.

Dia sendiri mengaku pernah melakukan eksplorasi Musa ingens pada 2012. Namun eksplorasinya baru sebatas pengumpulan data, sementara kajian mendetailnya belum ada.

"(Kajiannya) belum ada. Kami baru eksplor dan mendata saja, ternyata di Papua ada. Waktu itu kami tidak sempat ambil sampel karena jauh di jurang," ungkap Yuyu.

Baca juga: Foto Viral Pernikahan Mempelai Pria Bercelana Pendek dengan Tubuh Penuh Luka, Ini Cerita di Baliknya

Indonesia pusat spesies pisang

Yuyu juga menjelaskan, ada sekitar 70 spesies pisang yang tersebar di seluruh dunia. Indonesia adalah salah satu pusat asal-usul spesies tersebut, bersama dengan negara-negara Asia lainnya

"Indonesia ini pusatnya keragaman pisang di dunia, bersama dengan negara Asia Tenggara lainnya. Dan kita sebetulnya perlu concern dengan konservasi pisang-pisang liar ini," ujar Yuyu.

Menurut Yuyu, pisang budidaya yang selama ini banyak dijumpai berasal dari dua spesies, yaitu Musa acuminata dan Musa balbisiana.

Awalnya semua berasal dari pisang liar yang berbiji, kemudian dari evolusi dan saling-silang maka muncullah pisang yang tidak berbiji.

Baca juga: Unggahan Viral Pria Pasang Paku di Jok Motor karena Pacar Posesif, Ini Ceritanya

Pisang liar lebih tahan penyakit

Namun berbeda dengan pisang liar, pisang komersial menurut dia memiliki kelemahan terhadap penyakit layu Fusarium.

Sebaliknya, gen ketahanan penyakit justru ditemukan dalam pisang-pisang liar.

"Sumber gen ketahanan penyakit layu Fusarium, ada di gen pisang-pisang liar. Oleh sebab itu pisang-pisang liar banyak dicari oleh orang luar karena gen ketahanannya," kata Yuyu.

Selama 10 tahun terakhir, kata Yuyu, LIPI terus mengumpulkan koleksi dan memberikan perhatian pada jenis-jenis pisang liar.

"Jangan sampai jenis pisang liar ini hilang di habitat alamnya," jelas Yuyu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.